You Know My Name, But Not My Story

Ardita Febrianti
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang


PUCUKMERA.ID Sosial media terus berinovasi, banyak platform baru yang memiliki fitur menarik agar memikat pengguna media digital. Kesempatan orang awam untuk memakai media digital pun cukup besar. Sekarang, sosial media semakin memudahkan penggunanya untuk mengakses informasi dan bertukar pikiran, kita mendapat dampak dari media sosial serta value dari sosial media yang kita gunakan.

Culture Of the People 

Media mampu memproduksi sebuah bentuk budaya maka publik akan menyerapnya dan menjadikannya sebagai sebuah bentuk kebudayaan serta ketertarikan media. Karena fungsi utama media adalah penyebar informasi maka semakin cepat untuk menyebarluaskannya. Hal apa saja yang muncul dari media akan diterima atau dikonsumsi oleh publik sebagai value untuk panutan. 

Kebudayaan populer atau media populis ini tak terlepas dari kehidupan sehari-hari yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Budaya populer hadir karena adanya fenomena besar yang memiliki pengaruh yang kuat. Budaya baru  ini memengaruhi berbagai macam aspek sosial, arus informasi, ideologis, hiburan atau tontonan.

Salah satunya muncul akun-akun gosip di Instagram yang sangat merajalela di media sosial. Gosip bisa hadir dari mana saja, baik melalui media arus utama, atau media sosial. Gosip lebih sering digemari oleh perempuan, bisa disebutkan bahwa gosip tidak akan mati. Artinya, gosip akan terus menerus hadir, dengan kasus baru yang berbeda. Saat ini gosip sudah menjadi makanan sehari-hari bagi publik, atau tidak asing lagi.

Is It Wrong to Be Different?

Banyak kita temui di media sosial adanya perbedaan, seperti perbedaan pendapat, cara pandang, lifestyle, idola, gaya berpakaian dan lainnya. Kita bisa berbeda  dan bebas di media sosial kita,  karena kita memiliki hak bermedia. Adanya perbedaan atau diversity yang muncul jika disikapi dengan baik dan ideal akan menciptakan respect dan value differences. Perbedaan akan mempengaruhi respons individu terhadap sesuatu, terutama di sosial media yang bebas. Banyak kita temui orang-orang bertengkar mengenai perbedaan pendapat di sosial media karena memiliki cara pandang yang berbeda. 

Tidak selamanya hal tersebut jelek atau membawa dampak buruk, asalkan kita bisa melihat segala sesuatunya dan perspektif yang lain. Seperti gosip ini yang masuk dalam budaya pop, jika kita mengambil sisi positifnya gosip menjadi sebuah pelajaran atau sumber pengetahuan bagi perempuan yang berumah tangga. Banyak sekali gosip KDRT yang bermunculan, dari kasus tersebut kita dapat belajar mengenai kekerasan dalam rumah tangga dan kritis tentang isu tersebut bahwa KDRT termasuk isu kriminal.

 Diversity can be a beautiful thing, jika semua orang mau menerima perbedaan tersebut. Kita dapat berdampingan dengan perbedaan secara aman. Artinya kita bisa menerima gosip di kehidupan sehari-hari,  sebagai sarana informasi juga, menyebarkan ide-ide, diskusi atau memberi saran. Saat ini sumber gosip paling banyak berasal dari media sosial, publik dapat berpendapat terkait isu tersebut secara terbuka dan netral. 

The Life Behind Social Media

Di media sosial, orang-orang akan membagikan kegiatannya atau membagikan ceritanya melalui platform digital ini, seperti Instagram. Tentunya setiap individu memiliki alasan tersendiri bagi dirinya untuk aktif atau anti terhadap sosial media. Kehidupan nyata dan digital tentunya sangat berbeda, tidak semua hal yang diunggah di media sosial individu itu hal yang menyenangkan. Mengikuti lifestyle anak milenial atau selebritis sekarang akan membuat individu ingin terlihat menonjol di sosial medianya demi “fake happiness”. 

Pura-pura bahagia demi suatu hal, indikasi jika individu tersebut kurang puas atau terlalu memaksa keadaan aslinya, atau hanya ingin mencari sensasi semata. Gosip menyebar luas dengan isu selebritis yang disuguhkan, berbagai macam kasus dengan bumbu narasi membuat berita tersebut semakin dinikmati. Bisa jadi selebritis membuat sebuah kasus atau menyeting isu terkait dirinya untuk mendongkrak kariernya.  

Salah satunya akun gosip yang sering memberitakan selebritis di media sosial yaitu Lambe Turah, di akun tersebut kita dapat melihat banyaknya isu yang berbeda seperti kasus selebritis Medina Zein yang tak kunjung selesai. Memiliki nama yang besar tentu saja menjadi sorotan publik, dikenal dengan image wanita karier yang sukses di media sosial dengan bisnis yang berkembang Medina kerap kali muncul di pertelevisian sebagai bintang tamu. Alangkah mengejutkannya, baru-baru ini Medina muncul dengan kasus-kasus yang baru, seperti KDRT, narkotika dan sebagainya. Hal itu membuat para netizen kaget serta bertanya-tanya, hingga banyak bermunculan gosip tentang Medina yang lainnya. Selain itu, momen tersebut juga menambah angin segar bagi dunia pergosipan.

How To Calm In Diversity

Perbedaan akan mencakup seluruh aspek, terutama di sosial media. Kita harus saling menghargai serta apresiasi adanya perbedaan. Di bawah ini cara preventif yang dapat dilakukan.

  1. Respect Other People’s Opinion

Kita bebas mengutarakan pendapat dan pemikiran dan harus tetap menghargai satu sama lain walaupun memiliki perbedaan. Jika kita ingin membantu atau ikut campur alangkah baiknya kita tidak langsung judging, melainkan harus dengan pengetahuan juga.

  1. Hold The Ego

Menahan ego ketika berpendapat sedikit susah, sering kali kita terpancing untuk membenarkan pendapat yang salah. Perbedaan pendapat dari setiap orang itu hal wajar, karena tidak semuanya setuju juga, hal yang harus dihindari adalah tidak mau mengalah dan tidak mau mendengarkan, tahan dahulu, pikirkan dengan matang sebelum bertindak.

  1. Think It Before Say

Sebelum kita menyampaikan pendapat, kita juga harus dibekali dengan pengetahuan agar tidak asal bicara. Tahu dan mengerti akan topik yang sedang dibicarakan sebelum berpendapat, tidak hanya itu kita harus tahu efek apa yang akan terjadi dari omongan yang kita ucapkan. Pikir dengan matang, agar tidak ada orang yang tersinggung dengan perkataan kita.

Persepsi seseorang tentunya berbeda-beda, masyarakat bebas berpendapat, berkomentar atau merespons.  Sebagai pengguna media sosial kita harus  memanfaatkan media sosial ini sebaik mungkin, cek kebenaran informasi yang kita peroleh sebelum mempercayainya. Jangan asal percaya atau membuat persepsi sendiri, karena belum tentu itu benar. Perbedaan juga tidak mungkin terjadi tanpa sebab dan salah satu caranya yaitu mengerti point of view dari orang lain. 


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
2Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment