Akhirnya, hari itu tiba. 12 Agustus, hari di mana saya menuntaskan ujian tesis meski harus molor satu semester. Saya menangis sejadi-jadi, saya berkata lirih kepada putri saya, “Nak, Bunda lulus.”
Dalam kondisi inilah, saya menyadari, bahwa prasangka dan pikiran saya bisa menjadi kenyataan.
