Studio Gamplong: Tempat Wisata Jogja Low Budget

Dian Kurniasih
Warga Jogja


Apakah kamu termasuk salah satu orang yang selalu merindukan Jogja? Jadi, kapan terakhir kali ke Jogja? Ah, bagaimana jika kuberi tahu sedikit informasi agar hatimu mantap untuk kembali lagi ke kota ini.

Jogja bukan hanya tentang Keraton, Malioboro, Istana Negara, Goa Pindul, atau Pantai Selatan dengan Nyi Roro Kidul-nya. Tapi, setiap sudut Jogja selalu memberi arti bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya. Sepakat?

Kali ini, aku akan mengajakmu menjelajahi sebuah studio. Jika kamu penikmat Tetralogi Buru karya Eyang Pramoedya Ananta Toer dan sudah menuntaskan membaca atau bahkan menonton film Bumi Manusia itu, maka imajinasimu akan sedikit terjawab setelah mengunjungi studio ini.

Kabarnya, sebelum diresmikan menjadi Studio Alam Gamplong pada 15 Juli 2018 oleh Presiden Joko Widodo, Sutradara Hanung Bramantyo kerap mengambil gambar untuk film Sultan Agung: The Untold Love Story pada tahun 2017 di sana.

Nah, film yang diadopsi dari novel Bumi Manusia juga mengambil latar di tempat yang sama. Namun, setelah keperluan gambar di film Bumi Manusia terpenuhi, bangunan di studio itu tetap dibiarkan berdiri dan diberikan kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo, agar dapat dijadikan sebagai tempat wisata baru.

Selain memanjakan imajinasi hasil bacaan, kamu juga bisa seolah-olah menjadi pemeran filmnya. Karena, setiap pengunjung difasilitasi untuk masuk ke dalam rumah para tokoh, menyentuh gagang telepon, menaiki anak tangga menuju lantai dua, bahkan duduk di kursi yang digunakan para tokoh di film itu.

Oh iya, kamu tidak perlu khawatir tentang biaya, kamu hanya cukup mengeluarkan biaya Rp 10.000 untuk paket Bumi Manusia dengan mendapatkan diskon makan di Waroeng Darsam, Rp 5.000 untuk menikmati rumah Eyang Hasri Ainun Habibie, dan Rp 5.000 untuk menaiki kereta api. Pilihan biaya di atas opsional, boleh kamu ambil atau tidak, karena biaya untuk masuk ke kawasan wisata Studio Gamplong bersifat seikhlasnya untuk perawatan.

Jika kamu termasuk orang yang eksis di feed Instagram, maka tidak diragukan lagi untuk memerkaya galerimu di sana. Dijamin makin eksis dengan dukungan zona pecinan, benteng VOC, zona replika toko Surabaya, dan baragam bangunan vintage lain khas beberapa abad lalu.

Selain mendukung popularitasmu di sosial media, wisata Studio Gamplong juga ramah pengunjung dengan dilengkapinya warung makan, musala, tempat parkir yang luas, dan toilet. Namun sayangnya, tempat wudhu khusus perempuan tidak ada, jadi kamu bisa wudhu di toilet. Lebih lebih, petugas jaga toilet juga akan meminta bayaran lebih karena menurut prasangkanya, kamu bukan hanya wudu, tapi juga BAB.

Hampir saja lupa. Jika kamu mengambil gambar hanya dengan menggunakan smartphone, kamu tidak dipungut biaya. Berbeda jika kamu membawa kamera seperti DSLR—sebagai biaya izin pakai—kamu wajib membayar Rp 10.000. Jika diketahui mengambil gambar tanpa izin kamera professional itu, maka diberlakukan denda sebesar Rp 500.000.

Medan tempuh menuju Studio Gamplong sangat mudah. Jika perjalanan di mulai dari 0 KM, kamu dapat melanjutkan perjalanan hingga jalan Wates KM 15, ambil kanan di pertigaan Klangon, jalan lurus hingga sampai di jembatan rel kereta api, lalu belok kiri dan ikuti jalan untuk sampai di lokasi tujuan. Mudah, bukan?

Jadi, kapan mau ke Jogja lagi? Kapan mau wisata di Jogja lagi?


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment