Setelah Sepekan Ramadan, Dapat Apa?

Muhda Ashari D. Wibawa
Seorang Ustad


Ramadan sudah sepekan berlalu. Benar-benar terasa cepat. Terlebih Ramadan kali ini kita lalui dalam kondisi wabah yang membuat segalanya serba terbatas. Sungguh, Ramadan kali ini berbeda dengan Ramadan sebelumnya.

Terbesit sebuah pertanyaan yang menampar diri ini, sepekan berlalu, apa yang sudah kita capai? Apa yang sudah kita dapatkan?

Pada Ramadan kali ini, saya kira, di antara kita memiliki target yang beragam. Misalnya, khatam Alquran, menambah atau menjaga hafalan Alquran, dan ‘menyentuh dan membaca’ Alquran.

Ya, Ramadan memang identik dengan Alquran. Sebab, pada bulan Ramadan-lah Alquran diturunkan. Maka, tidak heran jika di antara kita banyak yang berusaha untuk selalu dekat dengan Alquran selama Ramadan.

Memang betul, tiap-tiap individu memiliki target dan capaian masing-masing: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Dari tiap target pun, masing-masing berbeda dalam capaian. Ada yang targetnya telah tercapai, ada yang sedang dalam proses, bahkan ada yang sudah tercapai. Toh, setiap manusia berhak memiliki target dan berhak pula menyelesaikannya.

Kembali pada pertanyaan awal, sepekan Ramadan sudah dapat apa? Pertanyaan ini umum sifatnya, dan bukan hanya ditujukan pada penulis, tapi juga teruntuk pembaca sekalian. Tentu, tidak selamanya target kita tentang Alquran, sehingga bisa kita rancang target lain yang tak kalah baik. Berikut beberapa yang bisa kita lakukan:

Ikut Kegiatan Sosial
Sahur on the street adalah kegiatan yang paling dinanti oleh sebagian kalangan anak muda pada Ramadan sebelumnya. Dimaksimalkan pula dengan bagi-bagi takjil on the street sebagai ajang mengabuburit yang berfaedah.

Akhir-akhir ini, mungkin sahur on the street dan bagi-bagi takjil tidak semeriah atau seramai Ramadan tahun lalu karena situasi yang tak memungkinkan untuk menyelenggarakannya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat berbagi.

Biasanya, pada sahur on the street dan bagi takjil, mereka membagikan makanan bagi yang membutuhkan. Kali ini, bahkan, bukan hanya makanan, melainkan juga masker dan hand sanitizer. Mengingat barang-barang tersebut menjadi sesuatu yang penting di masa pandemi ini. Tentu apresiasi sepenuhnya kepada mereka yang mengisi Ramadan dengan kegiatan sosial.

Berkreasi Menu Buka Puasa
Selama pandemi ini banyak yang sudah naik level kemampuan memasaknya. Jika sebelumnya belum bisa masak, akhirnya bisa masak. Yang terbiasa memasak, akhirnya bisa berkreasi dengan berbagai macam menu makanan.

Selain itu, ada pula yang sepekan Ramadan ini bisa membantu orang tua memasak di rumah. Tentu yang demikian termasuk Birrul Walidain.

Belajar Offline dan Online
Ramadan adalah momen yang paling tepat untuk belajar. Karena Ramadan juga merupakan syahrut-tarbiyyah, bulan pendidikan. Sebab, Ramadan pula menghadirkan kajian dengan berbagai macam tema yang menarik untuk dipelajari.

Bagi seorang muslim yang gemar thalabul ilmi, Ramadan di tengah pagebluk seperti ini, mengharuskannya mengaji secara online. Tidak seperti biasa. Tapi, mengaji atau belajar dengan buku tidak boleh ditinggalkan.

Belajar memang bisa di mana saja dan kapan saja. Maka, mengisi waktu Ramadan dengan belajar akan menjadikan Ramadan semakin bermanfaat.

Bagi yang terbiasa belajar, ini akan menguntungkan habitnya. Sedangkan yang terbiasa dengan game, tentu sangat berat untuk mengubah kebiasan tersebut. Harus ada paksaan dari dalam diri. 

Ingat, mengisi waktu di bulan Ramadan dengan belajar adalah hal yang positif, dan perlu dimaksimalkan. Tentu, siapa yang giat belajar di bulan Ramadan, termasuk ke dalam orang-orang yang mengamalkan Min husni isllaamil-mar‘i, tarkuuhu maa laa ya’niihii.

Jadi, sepekan Ramadan ini kita sudah dapat apa? Semoga ada nilai positif yang kita peroleh. Apalagi, Ramadan tinggal tiga pekan.

Dan mumpung masih di pekan awal, mari maksimalkan Ramadan ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Jikalau belum memiliki target, mari dibuat—sebelum terlambat. Insyaallah, setelah Ramadan, kita akan menjadi pribadi yang memiliki nilai lebih, bagi diri sendiri, di mata orang lain, dan di hadapan Allah. Amin.


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment