Selalu Ada Trian dan Remi di Dunia Nyata

Hafsa Nur Afisena Mansur


PUCUKMEA.ID — Beberapa waktu yang lalu, ada satu cuitan Twitter dari seseorang yang membahas soal pilihan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta (AADC). Pilihan Cinta dinilai salah. Keputusan Cinta untuk kembali bersama Rangga dibanding mempertahankan hubungannya dengan Trian adalah sebuah kesalahan dan bentuk pengkhianatan.

Dia, yang membuat cuitan tersebut, merasa dirinya adalah Trian di dunia nyata. Dia merasa telah menyelamatkan Cinta dari masa gelapnya dan membawa Cinta ke masa depan yang cerah. Namun, hal itu seketika kandas ketika Cinta bertemu dengan Rangga. Masih ada perasaan yang tertinggal di hati Cinta untuk Rangga. Cinta goyah dan pergi meninggalkan Trian. Orang itu berpikir bahwa cerita dalam film memang masuk akal, tapi menjadi sangat tidak rasional jika terjadi di dunia nyata.

Saya tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Trian, tetapi saya tahu rasanya menjadi Cinta. Tidak ada yang salah dari pilihan Cinta. Apa yang Cinta pilih memang selalu tentang dirinya. Terlihat sangat egois memang. Tapi bukankan begitu cara main dunia?

Ada satu kutipan iconic dalam film AADC dari Rangga yang saya suka, “Jika ada seseorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, seseorang yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan-kemungkinan.”

Cinta dengan sadar memilih Rangga setelah terjadi pergolakan batin di dalam dirinya. Cinta tahu apa yang ia mau, juga apa yang mau ia jalani. Sesungguhnya, Cinta hanya memilih untuk tidak menyesal melepaskan seseorang yang sangat berarti untuk dirinya dan terjebak dengan orang yang salah seumur hidup. Itu adalah sebuah pilhan berani yang tidak semua orang dapat ambil.

Memang, akan selalu ada Trian di setiap cerita cinta menyedihkan. Percayalah, Trian juga akan punya Cinta-nya lagi di cerita cinta yang lain. Itu sepadan. Hidup memang harus terus berjalan.

Beralih ke kisah sedih selanjutnya, ada Remi—Trian yang lain dalam filn Perahu Kertas—yang memilih untuk melepaskan Kugy dan membiarkan Kugy bersama Keenan. Cerita yang satu ini menurut saya lebih pelik.

Entah mengapa, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini selalu punya ikatan emosional dengan saya. Bisa dibilang, kisah dalam Perahu Kertas ini adalah kitab suci percintaan yang saya pegang teguh dalam mengarungi petualanganku di dunia nyata. Menjadi tokoh Remi sangatlah susah. Menjadi orang yang memiliki kematangan emosional dan pemikiran rasional layaknya Remi hanya ada satu di dunia. Setidaknya, itu yang saya Yakini selama 25 tahun hidup di dunia.

“Aku lepasin kamu dan cari orang yang bisa kasih kamu segalanya tanpa kamu minta.” Begitu kata Remi kepada Kugy.

Remi tahu, hubungannya dengan Kugy tidak akan berhasil. Mereka berdua hanya berusaha tanpa diiringi kejujuran dan ketulusan dalam hubungan. Remi tahu, Kugy memilihnya karena tidak mau menyakitinya. Jika hubungan seperti ini dipertahankan, mereka berdua hanya akan saling menyakiti hati masing-masing. Remi juga tahu, hati Kugy hanya untuk Keenan.

Dalam sebuah cerita cinta yang sebenarnya terjadi di dunia nyata ini sangat sulit. Mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh hati, bersikap jujur dengan diri sendiri dan memilih untuk berhenti menyakiti diri sendiri dengan memilih pergi. Tidak semua orang punya keberanian yang sama.

Menurut saya, Remi adalah pahlawan Kugy. Saat Kugy berpetualang, dia menemukan Remi sebagai tempat berlabuh, meski pada akhirnya Remi bukan pilihannya. Peran Remi justru penting karena menjadi orang yang menyadarkan Kugy bahwa hanya Keenan yang bisa menjadi tempat berlabuh satu-satunya.

Trian dan Remi memang hanya orang ketiga yang menjadi pelengkap cerita. Merasakan patah hati karena merelakan tokoh utama memiliki cerita yang semua orang mau berakhir bahagia. Tanpa Trian dan Remi mungkin cerita akan membosankan. Orang akan meninggalkan bioskop di tengah-tengah cerita dan cerita bahagia itu akan menjadi tanpa makna.

Begitu pula dengan hadirnya mereka di kehidupan nyata. Kita selalu bisa mengambil banyak pelajaran dari hal tersebut, menyadari apa yang menjadi keinginan hati dan petualangan cinta akan terasa lebih menyenangkan jika bisa singgah dan berhenti di mana pun pelabuhan beada. Dunia terlalu luas untuk dihabiskan di satu pelabuhan saja bukan?


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment