Raja Singa dan Sihir Emas

Lusi Hanasari

Komunitas Menulis COMPETER dan TIRAS TIME


PUCUKMERA – Suatu hari hiduplah Raja Singa di sebuah hutan. Seluruh penghuni hutan sangat tunduk dan takut kepadanya. Ia ingin memiliki istana megah dan harta melimpah. Untuk mendapatkan semua itu, Raja Singa mendatangi seekor kura-kura sakti yang dipercaya berumur ratusan tahun dan mampu mengabulkan setiap keinginan.

“Wahai,Kura-kura. Aku mendengar bahwa kau bisa mengabulkan setiap keinginan. Untuk itulah aku menemuimu.”

“Hamba mengetahui keinginan Paduka. Paduka ingin memiliki istana yang megah dan harta yang melimpah. Hamba bisa memberi jalan untuk itu. Namun apakah paduka siap akan akibatnya?” Kura-kura bertanya sejauh mana keyakinan Raja Singa.

“Apapun akibatnya aku tidak peduli. Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan keinginanku,” jawab sang raja penuh keyakinan.

“Pergilah ke semua hutan dan temukan rusa bertanduk emas. Jika Paduka bersungguh-sungguh mencarinya, ia akan datang. Lalu mintalah keinginan Paduka kepadanya,” ujar Kura-kura.

“Baiklah, aku akan mengikuti saranmu”.

Sang Raja Singa berlalu pergi meninggalkan Kura-kura yang kembali sibuk bertapa. Kura-kura sakti itu hanya tersenyum kecut mendengar keyakinan Raja Singa mencari rusa bertanduk emas tanpa memikirkan apa akibatnya. Tak lama kemudian, tubuh Kura-kura sakti itu menghilang bak ditelan bumi.

Keesokan harinya setelah menemui Kura-kura sakti, Raja Singa segera memulai pencarian bersama beberapa pasukan hewan. Dan kini sudah 5 hari mereka mencari rusa tersebut, namun hasilnya nihil. Hingga suatu malam,  sang raja melihat cahaya berpendar dari kejauhan. Perlahan, cahaya itu berhenti tepat di depannya. Raja singa terkejut melihat seekor rusa  bertanduk emas, tiba-tiba hadir di hadapannya.

“Wahai, Raja Singa.Apa yang engkau inginkan  sampai berusaha keras mencari keberadaanku?” tanya sang Rusa.

“Dapatkah kau mengabulkan keinginanku? Aku ingin setiap benda yang kusentuh berubah menjadi emas,” jawab Raja Singa.

“Apakah Paduka benar-benar yakin dengan keinginan itu? Dan apakah Paduka siap dengan akibatnya?” Rusa bertanya kembali.

“Iya, aku sangat yakin!” jawab Raja Singa dengan antusias.

“Baiklah paduka, keinginanmu akan segera terpenuhi” Rusa menjawab dengan sedikit menjauh. Perlahan, rusa bertanduk emas itu menghilang diikuti cahaya putih yang memudar di tengah kegelapan.

Keesokan harinya, Raja Singa ingin membuktikan sendiri perkataan sang Rusa. Ia menyentuh pohon,  lalu berubah menjadi emas. Ia menyentuh lagi kereta kencana. Seketika, kereta itu berubah menjadi emas. Raja singa tertawa terbahak-bahak melihat keajaiban tersebut. Seluruh pakaian, istana dan mahkota raja singa berubah menjadi emas. Seluruh penghuni hutan takjub melihat keajaiban itu.

“Lihatlah semua, tanganku sangat ajaib sehingga bisa mengubah semuanya menjadi emas. Aku adalah raja kalian yang paling kaya dan berkuasa!”ujar Raja Singa dengan bangga dan penuh percaya diri.

Hari demi hari berganti. Raja Singa mulai bosan dengan sihir emasnya. Ia tidak bisa makan dengan tangannya sendiri, karena setiap makanan yang disentuh, berubah menjadi emas. Raja singa mulai bersedih karena seluruh penghuni hutan dan pengawalnya berubah menjadi emas.Ia lupa sihir emas di tangannya dapat mengubah apa saja menjadi emas. Termasuk manusia jika tersentuh bagian kepalanya. Tinggalah Raja Singa sendirian meratapi nasib. Ia menyadari seluruh harta dan emasnya kini tidak berharga dibandingkan dengan rakyat dan semua pengawal setianya. Tanpa sadar, Raja Singa menyentuh kepalanya dan seketika ia berubah menjadi emas.

Lantas kura-kura sakti muncul diantara semua hewan yang berubah menjadi emas karena ulah Raja Singa. Sang kura-kura hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat bencana di hadapannya. Ia kemudian memanggil rusa bertanduk emas untuk meminta bantuan agar bencana ini segera dihilangkan.

“Wahai guru kiranya apa yang engkau perlukan sehingga memanggiku kemari?” tanya Rusa.

“Aku memanggilmu kemari untuk membereskan kekacauan ini. Lihatlah, seluruh penghuni hutan berubah menjadi emas.”

“Ini akibat ketamakan dan kerakusan Raja Singa. Aku sudah memperingatkan akibatnya, namun ia tetap bersikukuh meminta permohonanya untuk dikabulkan.” Rusa menghela nafas panjang.

“Lantas apakah kau bisa menolong seluruh penghuni hutan yang berubah menjadi emas? Mereka tidak bersalah dan hanya menjadi korban ketamakan rajanya.”

“Aku bisa menolong mereka namun aku tidak menjamin bisa menolong Raja Singa. Ia yang telah berbuat tamak sehingga ia  harus menuai hukumannya. Aku hanya bisa mengubah setengah tubuhnya menjadi seperti semula sedang setengah tubuh lainnya tetap berubah menjadi emas.” Rusa menatap Kura-kura dengan masygul.

“Baiklah, tidak apa-apa. Yang terpenting seluruh penghuni hutan bisa kembali seperti semula.”

Rusa bertanduk emas itu menghentakkan salah satu kaki depannya, lalu keluarlah  cahaya dari mulutnya. Cahaya itu menyelimuti seluruh penghuni hutan yang berubah menjadi emas. Seketika hewan-hewan yang berubah menjadi emas kembali ke tubuhnya yang sediakala. Begitu juga dengan raja singa. Matanya yang menutup perlahan-lahan terbuka dan tak lama setelahnya rusa bertanduk emas menghilang.

Raja singa menangis terisak-isak mengetahui setengah tubuhnya masih menjadi emas. Ia sangat menyesali perbuatannya sehingga menjadikan rakyat-rakyatnya sebagai korban. Seluruh penghuni hewan merasa bahagia karena menjadi normal namun sayang seribu sayang Raja Singa mereka tetap berada dalam tubuh setengah emas.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
1Suka2Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment