Pengalaman Naik PO Bus Harapan Jaya: Menjadikan Saya Menyukai Sholawat

M. Fuadur Roziqin


PUCUKMERA.ID —Hari itu sekitar pukul 05.00 pagi saya tiba di terminal Bungurasih. Rencananya, saya hendak pergi ke kota Tulungagung. Di kota itu nantinya akan menjadi tempat saya menempuh pendidikan sarjana. Tidak pernah saya menaiki Bus kecuali saat kegiatan tamasya sekolah. Jadi bisa dibilang, ini adalah pengalaman pertama kali naik bus, tapi bukan lagi bus tamasya melainkan bus antar kota yang bernama Harapan Jaya.

Sesampainya di terminal, suasana sekitar terlihat masih sepi, hanya beberapa toko saja yang sudah dibuka. Tidak banyak orang di terminal saat saya melihat tempat tunggu bus dengan tujuan akhir Tulungagung. Ternyata sopir dan kernet bus pun masih sedang dalam keadaan tertidur. Rasa ragu timbul untuk sekedar bertanya kapan bus akan berangkat tatkala melihat hal tersebut. Saya takut mengganggu mereka. Biarlah, lagi pula nanti juga bangun sendiri. Toh mereka juga lelah karena banting tulang demi keluarga mereka di rumah, begitu kata saya dalam hati.

Sambil duduk di tangga ruang tunggu bus, saya mulai menyalakan korek untuk menghisap rokok, saya coba lihat kanan kiri ternyata masih sepi. Sembari menghisap sebatang rokok, saya mencoba menghilangkan rasa grogi karena baru pertama kali saya pergi ke kota Tulungagung. Mulai membayangkan dan menyusun rencana apa saja yang akan saya lakukan nantinya ketika sudah sampai di kota tersebut.

Sungguh ini adalah pengalaman pertama kali saya datang ke Tulungagung. Informasi yang saya dapatkan dari internet adalah kota tersebut sangatlah masih ijo royo royo. Selain itu, banyak sekali bukit-bukit dan juga pantai disana. Alasan itulah yang menjadikan saya ingin pergi ke kota Tulungagung dan semakin meyakinkan saya untuk berkuliah di kota tersebut.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Terminal sudah mulai dipadati oleh orang-orang yang sedang mencari rejeki dan juga para penumpang. Saya mulai melihat penumpang yang tujuannya seiman dengan saya satu persatu muncul di dekat saya. Mereka semua tidak ada yang seumuran dengan saya. Supaya saya terlihat bisa berbicara akhirnya saya memulai percakapan dengan bapak-bapak yang kisaran umurnya 40 tahun keatas jika dilihat dari raut wajahnya. Namanya Pak Sidiq beliau adalah pekerja di salah satu pabrik di Surabaya.

“Pak, Tulungagungnya sebelah mana ya?”

“Saya bukan mau ke Tulungagung, Mas. Saya mau ke Kediri”

Dengan rasa malu saya berbicara dalam hati “Sok tau, sih, tapi tujuan busnya memang ke Tulungagung, kan?”

Setelah ngobrol ngalor ngidul dengan Pak Sidiq, pengetahuannya tentang kota Tulungagung sangat baik meskipun dia tidak tinggal di kota tersebut. Beliau bisa menjelaskan banyak informasi tentang Tulungagung. Diantaranya, yang masih saya ingat sampai sekarang adalah bahwa dulu di kota Tulungagung terdapat perusahaan rokok yang sangat terkenal, namanya Retcho Pentung. Namun sekarang perusahaan tersebut sudah bangkrut.

Tak terasa jam di ponsel saya menunjukkan pukul 07.00. Pak Sopir Bus sudah mulai menyalakan kendaraannya dan mempersilahkan kami untuk masuk. Saya melihat nama dari bus tersebut dan tertulis “Harapan Jaya”. Menurut informasi dari Pak Sidiq, bus ini bermarkas di kota Tulungagung. Saya mulai duduk di kursi bus dan mulai berpisah dengan Pak Sidiq karena berbeda tempat duduk. Saya memasang earphone dan mulai memutar lagu Artic Monkeys – R U Mine? Sembari melihat kanan kiri yang masih sepi, hanya beberapa yang sudah terisi. Saya juga melihat kertas informasi di kaca bus bahwa harga tiket ke Tulungagung senilai 30.000 karena ini bus patas yang artinya dia akan melewati tol. Untuk harga, saya rasa lumayan lah.

Awal perjalanan terasa masih normal-normal saja. Kecepatan bis ini dari keluar terminal Bungurasih sampai tol semua masih wajar. Namun begitu sudah keluar pintu tol untuk menuju ke pintu masuk kota Kediri, sang sopir sudah mulai menaikkan kecepatan bus. Kebetulan, tempat duduk saya dekat dengan Pak Sopir dan hanya berkisar satu kursi, sehingga saya bisa melihat ke arah kaca bus. Rasanya sungguh mendebarkan, bus ini berjalan sangat kencang. Salip sana salip sini. Sepertinya ini sudah jadi makanan sehari-hari sang sopir dan juga kernetnya. Hampir saja bus yang saya tumpangi ini menyerempet bus dengan arah yang berlawanan. Dalam keadaan tersebut saya hanya bisa pasrah dan segera mengganti lagu di ponsel saya yang mulanya Artic Monkeys menjadi lantunan Sholawat.

Saya melantunkan pelan-pelan bacaan sholawat untuk membuat rasa cemas saya berkurang. Tidak hanya bacaan sholawat, bacaan istighfar pun saya ucap berkali-kali pada waktu itu. Hingga tiba lah saya di pintu masuk kota Tulungagung, sang kernet menghampiri saya dan bertanya

“Turun di Tulungagung sebelah mana, Mas?”

Lantunan sholawat pun saya hentikan ketika itu.

“Eh, yang dekat dengan UIN Tulungagung itu daerah mana ya, Pak?”

Dengan raut wajah yang keheranan Pak Kernet menjawab,

” UIN? UIN itu apa, Mas?”

Saya yang sempat keheranan dengan jawaban Pak Kernet, mencoba kembali meluruskan pernyataan saya

“Universitas yang terkenal di Tulungagung itu loh, Pak? Masa bapak orang Tulungagung nggak tau”

Sang kernet mencoba berpikir dan malah bertanya kepada sang sopir dengan dialek bahasa jawa yang belum saya mengerti.

” Weh, pir UIN ki daerah ngendi?”

Sang sopir menjawab,

” UIN? STAIN to?”

Saya segera menimpali percakapan mereka,

“Nah, betul STAIN, Pak!”

Saya teringat bahwa memang dulunya UIN itu namanya adalah STAIN.

Sang kernet melihat kearah saya dan berkata,

” Woh, STAIN to? Kalau STAIN itu lebih enak turun di perempatan Jepun, Mas. Nah nanti Masnya kalau ke STAIN lanjut saja pakai metromini. Itu sudah lumayan dekat kok antara STAIN dengan perempatan Jepun”

Saya dengan raut muka sok tau kembali bertanya

“Loh, Bus ini apa nggak lewat STAIN, Pak?”

Sang kernet berkata,

“Enggak, Mas, karena beda arah terminal Tulungagung sama STAIN. STAIN kalau dari arah perempatan Jepun itu belok kiri ke arah timur kalau bus ini ke arah barat menuju terminal”

“Oh begitu ya, Pak. Terima kasih, Pak”

Sesampainya di perempatan Jepun, akhirnya saya bisa menghirup udara kota Tulungagung. Kemudian kembali mengingat kejadian di bus yang membuat hati saya dag dig dug. Pengalaman itu membuat saya berencana memasukkan beberapa lagu baru ke dalam playlist untuk saya dengarkan selama perjalanan, yaitu lantunan Sholawat. Saya sungguh berterima kasih kepada PO Bus Harapan Jaya yang telah mengingatkan saya untuk selalu mengingat Tuhan.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

3 Comments

  • Xiomara Humble
    Posted February 28, 2024 at 7:12 am 0Likes

    Hello Team,

    I’m not your typical Business Development Manager here at Estura Software Company, and I’ve got something exceptional to share with you.

    Picture this: a “secret sauce” that’s been powering your competitors all this time.

    What if I told you that within just 24 hours, you could have a comprehensive list of potential business clients ready for you to connect with?

    Introducing the world’s most powerful lead generation desktop software. With this tool in your arsenal, you can effortlessly scrape unlimited contact details from various platforms, including Google Maps, Trust Pilot, Yellow Pages (USA, UK, and Canada), LinkedIn People, LinkedIn Company, and LinkedIn Sales Navigator.

    Using this software is a breeze. You input your keywords, select your platforms, fine-tune your settings, and let the magic happen. It scrapes these platforms, collects vital business contact information, and neatly compiles it into a single file. To make the most of this software, we recommend diving into our detailed tutorials. Once you’ve got your list of potential clients, you’re all set to connect with them via email, phone, social media, and more.

    Here’s the kicker: I’m offering you a FREE TRIAL of the FULL VERSION for an entire month. No hidden charges, no credit card details needed. Generate unlimited leads for your business for an entire month for FREE!

    I have already pre-approved pucukmera.id for a 30-day free trial. To activate your free trial, head to https://estura.co.uk/free-demos/

    Make sure to enter your full business name and pucukmera.id inside the request form to activate your free trial.

    Best wishes

    Xiomara Humble (Your awesome friend at Estura)
    Austria, BURGENLAND, Ritzmannshof, 3910, Pottendorfer Strasse 34, %rnd_phone% (That’s where the magic happens)

  • Alex Tan
    Posted May 1, 2024 at 5:42 pm 0Likes

    Hi,

    Set to thrive under Google’s April 2024 update?

    I’m Alex from IndexedChecker. We’re thrilled to extend our exclusive free signup offer valid until May 21, 2024

    Claim 30 free Index Checks and 500 Backlink Credits to elevate your SEO strategy

    This limited-time offer is designed to help you avoid the risks of deindexed or unindexed URLs, ensuring your website remains visible and ahead of the competition.
    At the same time, we can market and give brand awareness to IndexedChecker SEO. It’s a win-win.

    https://indexcheck360.com/

    Claim 30 free Index and 500 Backlink Credits

    Best regards,
    Alex

  • Jetta Queale
    Posted May 3, 2024 at 10:52 am 0Likes

    Hi everyone at pucukmera.id

    Gain access to the contact details of ALL business operating in the entire of USA. That’s over 7,900 niche targeted databases of businesses operating in the United States of America – Over 5 Million Business Contact Details for ONLY $100. That’s $0.00002 per contact. 1/50,000 of $1! Our data is scraped by us over an entire year. We can therefore pass on ALL the savings to you. Download a free sample now at https://uneq.co.uk/product/massive-usa-b2b-database-of-all-industries/

    Kind regards

    Jetta
    %rnd_phone%
    Wiedner Hauptstrasse 95 9121 Hum Austria

Leave a comment