Mencari Harta Karun di Dalam Hutan.

Ede Tea

Anggota Komunitas Pembatas Buku Jakarta.


PUCUKMERA Di hutan Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten, hiduplah berbagai macam hewan endemik khas Kabupaten Lebak. Di antara hewan-hewan itu ada Obi si kerbau, Lulu si tando dan Goli si owa abu-abu.

Obi memiliki tubuh besar dan tanduk melingkar panjang ke belakang. Sedangkan Lulu si tando atau yang biasa disebut juga si tupai terbang, memiliki selaput kulit yang biasa dipakainya untuk terbang. Kemudian, Goli si owa abu-abu adalah primata yang sangat khas karena bentuk tubuhnya yang ramping dan tidak berekor. Selain itu ia juga memiliki tangan yang lebih panjang dari ukuran tubuhnya sendiri. Setiap hari mereka berkumpul dan bermain bersama-sama di dalam hutan.

Namun, pagi itu tidak seperti biasanya. Goli tak kunjung datang ke tempat biasa mereka bermain. Obi dan Lulu pun mulai khawatir dengan keadaan Goli.

“Kenapa Goli belum datang juga, ya!” keluh Obi.

“Entahlah, Obi. Tidak biasanya Goli seperti ini. Padahal ia selalu datang lebih awal,” sahut Lulu.

“Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya, Lulu.”

“Tenanglah, Obi. Kita tidak boleh berpikiran buruk dulu.”

Saat Obi dan Lulu sedang merasa cemas, tiba-tiba terdengar suara riuh dari atas pohon. Dan ternyata itu adalah Goli yang sedang berayun dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Goli mengeluarkan suara yang begitu nyaring. Seketika Obi dan Lulu mengangkat wajah mereka.

“Goli, ada apa?” ujar Obi sedikit berteriak.

Goli bertengger di dahan pohon sambil mengatur napasnya yang kelelahan. Obi dan Lulu menunggu dengan tak sabar.

“Di perjalanan tadi, aku mendengar kabar bahwa di dalam hutan ini ada harta karun!” ucap Goli dengan napas yang tersengal.

“Apa maksudmu, Goli?” sahut Lulu kebingungan.

“Aku juga tidak tahu pasti, Lulu. Yang jelas semua penghuni hutan sedang sibuk mencari keberadaan harta karun itu.”

“Yang benar saja, Goli. Mana ada harta karun di hutan ini?”

“Aku tidak bohong! Aku mendengarnya sendiri dari penghuni hutan yang lain.”

Obi dan Lulu pun mulai penasaran dengan harta karun yang di maksud Goli. Mereka juga ingin mencarinya seperti penghuni hutan lain. Obi memberi usul untuk mencari harta karun itu di tepi hutan. Tetapi Goli tidak setuju. Di tepi hutan itu sangat berbahaya. Selain mengkhawatirkan dirinya sendiri, Goli juga memikirkan keselamatan Obi dan Lulu yang merupakan sahabat baiknya.

“Dasar penakut!” ketus Obi.

“Di tepi hutan sana banyak hewan buas. Berbahaya!” timpal Goli.

“Pokoknya aku tetap akan mencari harta karun itu! Kalau kamu tidak mau ikut ya sudah. Biar aku dan Lulu saja yang pergi,” ujar Obi seraya meninggalkan Goli. “Ayo, Lulu. Cepat! Jangan sampai harta karun itu ditemukan hewan lain.”

“Tunggu aku, Obi!” Lulu pun bergegas mengikuti langkah Obi.

Akhirnya Obi dan Lulu pergi meninggalkan Goli sendirian. Goli berusaha untuk mencegah mereka sekali lagi. Tetapi mereka tetap saja tidak mendengarkan ucapannya. Goli sangat cemas sebab di tepi hutan sana tidaklah aman untuk hewan lemah seperti mereka.

Saat Goli sedang termenung, datanglah Moly si Burung Anis menghampiri. Moly bertanya kenapa Goli terlihat seperti kebingungan. Goli pun bercerita bahwa ia sangat penasaran dengan harta karun yang sedang ramai dibicarakan penghuni hutan. Moly yang mendengarnya langsung tertawa. Ternyata hanya dirinya yang tahu perihal harta karun itu.

“Jadi, di dalam hutan ini memang benar ada harta karun ya, Moly?” ucap Goli penasaran.

“Tentu saja, Goli,” sahut Moly dengan enteng.

“Apa kamu tahu di mana harta karun itu berada, Moly?”

Moly segera menganggukkan kepalanya.

“Di mana?” ucap Goli tidak sabaran.

“Kamulah harta karunnya, Goli.”

Seketika Goli berpaling dengan wajah yang kian bingung.

“Manusia menganggap semua hewan di dalam hutan ini adalah harta karun, sebab populasi kita yang semakin sedikit, juga keberadaan kita yang kian sulit untuk ditemui, membuat hutan ini dijuluki sebagai tempat harta karun.”

Goli memandangi wajah Moly dengan mata yang membesar. “Jadi, bagaimana kalau manusia menemukan kita? Apakah mereka akan membawa kita pergi dari hutan ini?”

Moly menerawang ke langit. “Seharusnya tidak. Karena manusia yang baik adalah mereka yang membiarkan kita hidup di hutan ini. Sebab di sinilah tempat tinggal kita yang sesungguhnya. Untuk itu, kita harus saling menjaga, Goli.”

“Oh, baiklah, Moly. Terima kasih sudah memberitahuku. Aduh, aku jadi khawatir dengan Obi dan Lulu.”

“Memangnya Obi dan Lulu ke mana?”

“Mereka pergi ke tepi hutan untuk mencari harta karun!”

“Astaga! Kamu harus segera mencari mereka. Aku melihat banyak harimau di tepi hutan. Cepat, Goli! Aku yakin mereka sedang butuh bantuanmu!”

Tanpa berpikir panjang, Goli yang cemas segera meninggalkan Moly di dahan pohon. Ia berayun dengan sangat cepat. Ia takut terjadi sesuatu dengan kedua sahabatnya itu. Setelah berayun cukup jauh, akhirnya Goli melihat Obi dan Lulu yang sedang di kelilingi beberapa harimau besar. Dengan akal cerdiknya, Goli menggoyangkan dahan pohon hingga menciptakan suara riuh. Harimau-harimau itu pun ketakutan dan segera meninggalkan Obi dan Lulu.

“Sekarang kalian sudah aman!” ujar Goli seketika mengejutkan Obi dan Lulu.

“Goli, terima kasih sudah membantu kami!” ucap Lulu.

“Iya, Goli. Maafkan aku karena tidak mau mendengarkan ucapanmu,” timpal Obi dengan wajah penuh bersalah.

“Aku sudah memaafkan kalian,” sahut Goli sambil tersenyum. “Oh, ya. Aku tahu di mana harta karun itu berada!”

“Di mana, Goli? Cepat katakan!” seru Obi.

“Mari ikut denganku!”

Goli mengajak Obi dan Lulu pergi ke danau. Di tepi danau itu ia meminta Obi dan Lulu untuk melihat ke air. Saat pantulan wajah Obi dan Lulu muncul di permukaan air, Goli menceritakan apa yang tadi Moly si Burung Anis ceritakan. Mereka adalah hartu karun yang sesungguhnya. Obi dan Lulu pun mulai merasa takjub. Sekarang mereka berjanji untuk selalu bersama dan saling melindungi. Mereka akan menjaga satu sama lain halnya menjaga harta karun yang berharga.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
0Suka1Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment