Jika Suatu Saat Kau Membaca Tulisanku

Annisa Salsabila


PUCUKMERA.ID — Entah tak tahu kapan pastinya waktu itu datang, dan aku juga tak tahu apakah hari itu akan datang atau tidak. Namun setidaknya aku ingin menyampaikan beberapa hal kecil yang mungkin belum sempat aku utarakan kepadamu secara tersirat maupun tersurat. Aku juga tidak tahu apakah kau menyadarinya atau tidak, itu semua bukan urusanku. Karena yang menjadi persoalan buatku hanyalah menyukaimu. Ya tentu saja aku sangat menyukaimu dengan bebas dan tak terikat.

Kalau saja suatu saat kamu membaca tulisan ini, berarti kamu sudah selesai dengan urusanmu dan begitu pula denganku. Aku tentu sudah lama selesai dengan perasaan bebasku ini dalam menyukai seseorang dengan sendirian dan tanpa ambisi apa pun tuk mendapatkan. Aku hanya ingin bisa menikmati perasaan suka itu sendiri dengan sangat nikmat. Oh iya, pertama-tama aku ingin menanyakan kabarmu. Bagaimana kamu selama ini menjalani asam manis kehidupan? Mungkin lebih tepatnya asam garam saja karena manisnya sudah ada padamu sejak dulu. Apakah kamu bahagia dengan hidupmu saat ini atau kamu masih bisa mengingat aku, hmm sebagai apa ya tapi kalau diingat-ingat. Semoga saja kamu menjalani hari-harimu dengan penuh semangat dan memiliki tujuan pasti.

Mungkinkah kamu masih mengenaliku ? Atau tidak? Aku memang tidak terlalu banyak berada dalam benak memorimu. Namun pesonamu selalu bisa memasuki jiwaku. Bertemu denganmu adalah sebuah kebetulan-kebetulan dalam hidupku yang terus-menerus terjadi, namun aku saja yang tidak menyadarinya. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah kesempatan yang tepat untuk bisa bertegur sapa denganmu tanpa melalui perantara. Ya aku ingin mengakui sebuah kesengajaan bahkan aku sudah merencanakan setiap kejadianya dengan sangat teliti dan rapi sampai sampai mungkin kamu mengira bahwa itu hanyalah kebetulan belaka (yang berujung menjadi takdir mungkin).

Namun jika kita ternyata tak berujung, juga tak apa aku hanya ingin menyampaikan kesanku kepadamu selama ini. Kalau aku sampaikan bahwa aku menyukaimu rasanya sudah jelas bukan dan menurutku itu adalah hal yang terlalu klise. Jadi aku akan menuliskan beberapa hal yang membuatku menjadi sangat mengagumimu dengan lepas. Tanpa sengaja aku mengenalmu melalui selebaran selebrasi kemenangan suatu apalah itu sebut saja sebuah « kompetisi pemilihan umum » ya kamu berhasil memenangkan pertarungan itu. Secara tiba-tiba juga kamu berhasil memenangkan hatiku, namun bukan dalam bentuk utuh. Hanya saja kamu mampir lewat depan rumahku dan mengetuk pintu lalu pergi. Kamu berhasil membuatku terpaku untuk sejenak dan beranjak tuk mengetahuimu lebih jauh.

Dengan kemajuan teknologi saat ini tentu saja bukan hal yang susah untuk mendapatkan informasi tentangmu di media sosial. Sialnya tak ada informasi penting apa pun yang tertera dalam laman sosialmu itu. Aku jadi kesal dan tak bisa menerka-nerka bagaimana kamu. Aku juga tidak tahu kegiatan apa saja yang kamu lakukan, kecuali selebaran selebrasi kemenanganmu yang terus mondar-mandir di timeline-ku. Sungguh aku sangat berbakat dalam hal ini, namun kali ini aku ingin mengibarkan bendara putih saja rasanya. Kesal sekali.

Tunggu dulu, tekadku tidak berhenti sampai di situ saja. Aku masih gigih menanyakanmu kepada teman-teman sekitarmu yang mungkin saja aku mengenalinya dengan baik dan pastinya tidak akan membocorkan misi rahasiaku ini kepada seseorang yang aku suka. Syukurlah satu dua hal aku dapatkan mengenai perkembanganmu setiap harinya. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk memulai percakapan denganmu. Aku kira kamu tidak mengenaliku awalnya, namun dugaanku salah. Kamu adalah seseroang yang sangat misterius dan juga di luar perkiraan. Selamat kamu adalah seorang pengamat ulung dan juga perasa dalam hal emosional.

Percakapan pertama berjalan dengan lancar. Namun tetap saja aku masih merasa asing denganmu atau lebih tepatnya kamu tidak menganggapku sebagai seseorang yang telah kamu kenal. Entah mengapa baru kali ini rasanya aku menyukai seseorang dengan perasaan bebas namun tetap aku lanjutkan dengan mengusahakan untuk selalu bisa bertegur sapa denganmu. Aku sibuk memikirkan topik apa yang bisa menjadi bahan pembicaraan, namun sialnya selalu berujung dengan tanda centang dua biru. Sudah begitu saja. Ayolah bisa berkompromi sedikit denganku.

Sabar, aku akan selalu sabar agar dapat berbicara denganmu dengan tidak canggung atau malu-malu, mmm mungkin lebih tepatnya kamu yang terlalu menarik diri denganku. Entah karena faktor apa yang membuatmu segan atau cenderung menghindar terhadapku. Apa pun itu aku akan tetap berusaha utuk bisa meluluhkan hatimu. Tidak, mungkin ini terlalu jauh, setidaknya aku bisa di-notice lah sama kamu. Itu saja lebih dari cukup buat aku. Aku percaya bahwa kamu adalah seseorang yang baik dan lemah lembut. Tetapi mungkin untuk saat ini belum waktunya buat kita bersama. Yah walaupun aku tahu ini hanyalah sekadar anganku saja tidak lebih dan tidak jauh hanya menjadi bunga tidur saja.

Kalau saja kamu membaca surat ini, aku ingin mengatakan bahwa terima kasih telah hadir untuk sekadar membuatku tersenyum karena sekali dua kali kamu membalas story-ku, sekadar menanyakan kabar atau mendoakan keadaan. Aku sudah sangat senang sampai-sampai senyumku tak akan pudar. Terima kasih, ya, telah mengingatku sebagai orang, mmm maksudku teman dekatmu. Itu saja sudah cukup. Kalau saat ini kamu masih belum tahu akan ke mana tuk menentukan arah berlayar selanjutnya, tolong hampiri aku di pelabuhan terdekat. Akan aku bawa kamu berlayar dengan arah dan tujuan yang terkadang bisa jadi salah atau menerjang badai dan batu karang. Apa pun itu aku masih menunggumu hingga waktu itu datang dan kamu sudah siap mengarungi samudra kehidupan bersama.

Terima kasih sudah membaca tulisanku.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment