Hidup Tidak Hanya Perihal Memilih

Alfina Rahmatia
Dosen Prodi Perbankan Syariah, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta


PUCUKMERA.ID — Setiap orang pasti pernah punya mimpi tidur. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur. Kita juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, seperti emosi berdebar karena ketakutan saat mengalami mimpi buruk. Bahkan ada ilmu yang mempelajari mimpi yang disebut dengan oneirology. Ilmu pengetahuan yang mencoba mencari korelasi antara mimpi dengan fungsi otak, serta pemahaman tentang bagaimana cara kerja otak selama seseorang sedang bermimpi dan kaitannya dengan pembentukan memori dan gangguan mental, tapi bukan untuk menganalisis makna sebuah mimpi.

Saya tidak sedang mempelajari oneirology, tetapi saya masih kepikiran mimpi beberapa malam lalu yang membuat saya terngiang-ngiang. Di dalam mimpi, saya menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi. Ustaz Adi Hidayat yang menjadi dosennya. Saya terlambat memasuki ruang kelas, jadilah saya duduk paling depan. Lalu di akhir sesi, saya mengangkat tangan dan bertanya.

Kurang lebih begini, “Ustaz, hidup itu ‘kan tentang pilihan, manusia bebas memilih sesuai kemampuan dirinya. Tapi, akhir-akhir ini banyak pilihan yang cenderung menomor-duakan keislaman seseorang, dan menjadikannya wajar. Ditambah lagi dengan banyak istilah baru bermunculan. Kalau begitu, bagaimana dengan kehadiran ekonomi dan keuangan Islam, Ustaz? Bukankah kehadirannya untuk menjawab tantangan zaman? Saya jadi sedikit pesimis karena melihat realita saat ini.”

Mulanya saya heran, bisa-bisanya saya punya pertanyaan seperti itu di dalam mimpi. Saat itu saya sampai terbangun dari tidur di tengah malam tepat setelah pertanyaan itu saya lontarkan. Mungkin itu sebabnya saya masih kepikiran mimpi itu, karena saya belum menemukan jawabannya.

Saya coba melakukan analisis sederhana, kenapa mimpi itu bisa hadir. Nampaknya, karena sebelum tidur tanpa sengaja saya melihat ceramah Ustaz Adi Hidayat di TikTok (walaupun sebenarnya nggak saya tonton karena cuman lewat di For Your Page (FYP)). Kalau berdasarkan teori penyebab hadirnya mimpi, teori pemrosesan informasi adalah yang tepat, kehadiran mimpi hanyalah sisa-sisa dari pemrosesan informasi yang kita dapat sebelum tidur. Beberapa bagian di otak kita masih bekerja mengumpulkan potongan informasi dan membentuk cuplikan mimpi.

Beberapa psikolog beranggapan, mimpi hanyalah bentuk pemrosesan informasi yang dianggap tidak begitu penting. Pantas saja, video FYP TikTok berupa ceramah Ustaz Adi Hidayat masuk ke dalam mimpi saya dalam bentuk perkuliahan.

Sedangkan pertanyaan yang saja utarakan itu datang dari lubuk hati terdalam atas keresahan yang sulit saya utarakan akhir-akhir ini. Sulit sekali. Kalau kata Sigmund Freud, mimpi adalah motivasi terselubung dan terendap di alam bawah sadar. Menurut Freud juga, mimpi mempunyai dua sifat, yakni manifes dan laten. Saya rasa, pertanyaan di dalam mimpi saya ini bersifat laten, alias terdapat makna psikologis yang tersembunyi di dalamnya.

Bagaimana tidak, akhir-akhir ini setiap kali membuka media sosial, yang saya temukan adalah informasi terkait istilah-istilah baru yang menimbulkan pro dan kontra di mana-mana. Mulai dari childfree, hingga surrogate mother, yang membuat keresahan tersendiri di benak saya. Terkait ekonomi dan keuangan Islam yang tiba-tiba juga muncul dalam pertanyaan di mimpi saya itu, mungkin karena latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya saat ini bergelut di bidang tersebut, sehingga keresahan yang tak mampu terungkapkan di kehidupan nyata menjadi berlipat ganda.

Hingga kemudian saya membaca tulisan di laman tumblr milik akun @creativemuslim tentang ‘pilihan’ yang cukup menjawab dari pertanyaan dalam mimpi saya di atas. Adalah tentang meletakkan pilihan yang pada akhirnya akan tetap bermuara pada konsekuensi yang telah ditetapkan-Nya.

Sebagaimana Firman Allah Swt. dalam al-Qur’an yang artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. al-Isra: 36)

“Semoga Allah melembutkan hati kita untuk menerima syariat-Nya, semoga Allah menguatkan kita untuk mampu menjalankan perintah-Nya, semoga Allah memberikan ganjaran terbaik pada kita semua atas pilihan-pilihan hidup yang kita pilih karena-Nya. Tidak ada satu pun penyesalan ketika bersama-Nya. Tidak ada satu pun kelemahan yang berdaya di hadapan-Nya.”

Alhamdulillah, sekarang saya lega karena telah menemukan secercah jawaban. Ternyata hidup itu tidak hanya perihal memilih, tapi juga menemukan kepingan-kepingan jawaban atas setiap keresahan. Semoga yang kita temukan adalah yang menuntun kita pada ketenangan dan keimanan. Aamiin.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
5Suka1Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment