Good Looking Bukan Segalanya

Ghina Afifah
Tim Kreatif Pucukmera.id


PUCUKMERA.ID — “Kita terlalu banyak berpikir tentang glow-up, bukannya grow up“. Salah satu kutipan dari buku Insecurity karya Alvi Syahrin yang menurut saya relate banget sama kondisi remaja zaman sekarang.

Ngomongin soal glow-up, gak jauh-jauh sama soal good looking. Kalian semua mungkin sudah tahu maksud dari good looking. Kalau dilihat dari kata dasarnya dalam bahasa Inggris, good artinya bagus, sedangkan looking berarti melihat. Bisa disimpulkan, good looking artinya terlihat bagus atau secara penampilan enak dipandang. Orang-orang zaman sekarang secara sederhana mengartikan good looking sebagai orang yang secara rupa atau penampilannya terlihat cantik atau tampan.

Banyak orang yang menjadi insecure karena merasa tidak good looking. Merasa menjadi masyarakat kelas dua dalam hal apa pun. Pekerjaan, pertemanan, karir, jodoh, privilese, dan lainnya. Penyebabnya apa saja? Bisa jadi karena pengaruh media sosial, ataupun karena pengalaman yang dialami sebelumnya. Perna mendapatkan penolakan, misalnya.

Para pembaca semuanya, tenang, good looking bukan segalanya, kok. Orang-orang sukses di luar sana, apakah nilai diri mereka berkurang hanya karena tidak good looking? Tentu saja tidak. Alvi Syahrin saja, seorang penulis yang disebutkan di awal, tak banyak yang tahu rupanya, tapi karyanya bisa dinikmati dan membantu banyak orang.

Bisa kita lihat juga dari beberapa kabar terbaru di media sosial, selebgram yang digosipkan bercerai setelah booming karena menikah di usia muda dulu. Ya, Alvin Faiz dan Larissa Chou. Menurut kalian, apa mereka itu tidak good looking? Sebenarnya bukan hanya mereka, tidak sedikit public figure yang ternyata kurang beruntung dalam pernikahan maupun percintaan. Dan ternyata, karena good looking bukanlah satu-satunya standar penentu pasangan kita akan setia atau tidak. Sekali lagi, karena good looking memang bukan lah segalanya.

Sebenarnya, menjadi good looking di zaman sekarang ini bisa menjadi suatu ujian. Karena, jika ada yang mendekati, akan susah membedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang tidak. Sebaliknya, menjadi biasa saja akan menjadi suatu keuntungan. Jika ada yang mendekati, sudah pasti ada hal lain yang dia lihat di luar soal penampilan. Bisa jadi karena pribadi yang baik, rajin, cerdas, atau yang lainnya.

Lagian, tak semua hal harus disangkut pautkan dengan penampilan, to? Kita tahu, cantik yang diartikan orang-orang hanyalah standar buatan society. Dan itu dipengaruhi oleh beberapa hal, media dan kapitalisme misalnya. Lihat saja iklan-iklan skincare di media sekarang. Belum lagi jenis dan mereknya yang semakin membabi buta. Apalagi banyak orang yang mau mempromosikannya secara gratis yang membuat penjualan produk mereka semakin padat.

Lalu, kenapa kita harus ikut-ikutan? Orang yang mengartikan cantik pada penampilan adalah penilaian yang dangkal. Jadi, kita tak usah terlalu fokus untuk glow-up, kita fokus untuk grow up saja, meningkatkan nilai dalam diri kita. Merawat diri tak mengapa, tapi tak usah berlebihan. Percuma, dari luar terawat, tapi jauh di dalam sana, malah bermasalah dengan mentalnya.

Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa perkembangan media berbanding lurus dengan bertambahnya risiko gangguan mental. Berkat peran media—baik media konvensional maupun new media, banyak remaja yang sering merasa insecure dan tidak percaya diri dengan penampilan mereka. Kenapa? Karena mayoritas yang ditampilkan media adalah orang-orang yang good looking. Salah dua contohnya adalah stres dan cemburu. Belum lagi, di dunia kerja saat ini banyak yang menjadikan good looking sebagai nilai tambah bagi calon pekerjanya.

Memang, tidak semua konten di media buruk. Tapi, coba kita tengok Instagram atau Tiktok. Dua media yang banyak digunakan remaja masa kini. Banyak sekali ulasan skincare berseliweran. Belum lagi sekarang Instagram telah memfokuskan platform mereka salah satunya di ranah e-commerce. Sambil bermedia sosial, yang niat awalnya ingin mengetahui aktivitas orang-orang terdekat, malah fokus scrolling ­online shop. Mencari tren pakaian terbaru agar bisa mendukung penampilan.

Dari pada sibuk dan terlalu fokus mengurusi penampilan, mending kita ningkatin value diri kita, yuk! Karena good looking bukan satu-satunya kelebihan yang ada di dunia ini. Good looking bisa diganti dengan good attitude, kok!


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
2Suka3Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment