Gaun Kim Kardashian dan Citra Tubuh Ideal

Nindia Syamsi
Redaktur Pucukmera.id


PUCUKMERA.IDPerhelatan fashion, Met Gala, telah selesai digelar beberapa pekan yang lalu. Acara amal tahunan yang diselenggarakan oleh Metropolitan Museum Of Art di NYC Amerika Serikat ini tidak hanya dihadiri oleh sejumlah tokoh ternama dari industri mode, tapi juga dari dunia musik, film, TV, dan sosial media. Tidak mengherankan jika muncul berbagai pemberitaan terkait momen-momen yang paling disoroti publik seusai perhelatan ini berlangsung. Penampilan tokoh TV dan influencer, Kim Kardashian, adalah salah satunya.

Momen para tamu undangan melenggang di atas karpet merah dan berpose di hadapan media adalah salah satu bagian dari Met Gala yang paling sering dibicarakan di internet. Dunia seolah menunggu model busana apa yang akan mereka kenakan. Tahun ini, busana yang dipilih Kim Kardashian adalah sebuah gaun bernilai sejarah. Gaun ini pernah dikenakan pada tahun 1962 oleh aktor legendaris, Marilyn Monroe, ketika dia menyanyikan ‘Happy Birthday’ untuk presiden AS John F Kennedy.

Sorotan publik tidak sampai situ saja. Saat sesi wawancara, Kim Kardashian berkisah bahwa ia telah menurunkan berat badan sebanyak 16 pon hanya dalam kurun waktu 3 minggu. Semata-mata agar tubuhnya bisa sesuai dengan gaun Marilyn Monroe. Sebab, pada awalnya gaun tersebut punya ukuran jauh lebih kecil dari tubuhnya.

Dalam sesi wawancara yang sama, Kim Kardashian juga menguraikan proses diet ketat dan olahraga yang ia terapkan sebelum Met Gala. Begini masalahnya, pakaian seharusnya menyesuaikan ukuran tubuh, bukan sebaliknya. Memaksa tubuh kita sesuai dengan ukuran pakaian. Alhasil, Kim Kardashian menuai sejumlah kritik, mulai dari para pakar psikologi, ahli gizi, hingga tokoh publik lain.

Pernyataan terbuka Kim Kardashian tentang menyesuaikan diri dengan gaun Met Gala-nya adalah salah satu contoh dari seseorang yang mengglorifikasi perilaku yang mengarah pada gangguan makan. Hanya untuk mencapai ukuran tubuh dan citra yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat kita sebagai “ideal”. Perilaku ini bisa semakin melanggengkan citra “tubuh ideal” yang keliru dan budaya diet ekstrem.

Terlebih Kim Kardashian adalah seorang influencer. Saat ini penggunaan internet, khususnya media sosial sangat tinggi. Kita tidak bisa mengabaikan kekuatan yang dimiliki Kim Kardashian dalam mempengaruhi pola pikir dan perasaan orang-orang tentang tubuh mereka. Terbentuknya perilaku memilih mengadopsi metode diet ketat untuk meningkatkan penampilan fisik, daripada berfokus pada kesehatan tubuh dan mental bisa menjadi tren yang membahayakan.

Mari kita ambil contoh, saat ini, satu posting-an viral saja dapat meyakinkan banyak penontonnya untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mereka perlukan. Semata-mata untuk eksistensi. Maka tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa satu wawancara dapat menginspirasi orang untuk membatasi makan mereka dan memiliki tujuan untuk membentuk tubuh ke ukuran yang tidak realistis. Terutama orang-orang yang lebih muda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perkembangan dewasa awal, khususnya wanita, memiliki fokus yang besar pada penampilan dan berat badan. Penelitian lain dilakukan terhadap perilaku diet wanita dewasa awal, meskipun mereka memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal, tetapi individu tersebut tetap melakukan diet karena  kekhawatiran akan bentuk tubuh yang tidak proporsional atau lebih dikenal dengan istilah negative body image.

Penurunan berat badan dianjurkan jika didasari oleh alasan kesehatan. Itu pun harus dilakukan bertahap. Kehilangan banyak berat badan dalam waktu yang singkat bisa meningkatkan risiko tubuh yang rentan terkena berbagai masalah kesehatan, hingga gangguan makan (eating disorder).

Jika kita serta merta membatasi intake kalori harian dalam jumlah besar, maka fungsi tubuh kita akan terganggu. Orang seringkali lupa bahwa tanpa beraktivitas seharian pun, tubuh kita membutuhkan energi untuk sekadar bernafas, memompa jantung, mencerna makanan, hingga membuang racun dalam tubuh.

Setiap individu punya kebutuhan energi hariannya masing-masing. Karena itu lah kita tidak bisa mengadaptasi secara langsung diet yang dilakukan orang lain, termasuk para influencer. Akan tetapi, kita bisa memodifikasinya. Satu poin penting lain yang perlu diingat saat kita berbicara tentang diet. Diet tidak hanya perihal penurunan berat badan, Diet adalah tentang pengaturan pola makan sesuai tujuan dan kebutuhan tubuh per individu.

Saya meyakini diet yang dilakukan Kim Kardashian sudah dimodifikasi sedemikian rupa oleh para ahli sehingga kebutuhan tubuhnya terpenuhi sekaligus tujuannya tercapai, yaitu menurunkan berat badan. Mudah saja bagi Kim Kardashian untuk mendapatkan akses ke dokter, ahli gizi, pelatih olahraga, obat-obatan dan pengawasan medis lainnya jika terjadi masalah kesehatan. Dan tentu saja akses seperti ini yang tidak banyak dimiliki oleh masyarakat jika ingin mengikuti metode diet Kim Kardashian.

Meskipun tidak semua orang bisa memiliki akses untuk mendapatkan pengawasan medis sebaik Kim Kardashian selama melakukan diet, setidaknya kesadaran bahwa diet adalah pengaturan makan yang bersifat personal perlu ditumbuhkan dan dimiliki semua orang. Kesadaran agar tidak ada lagi budaya diet ekstrem atau diet-diet popular lain yang ditiru secara sembarangan oleh masyarakat hanya karena diet tersebut dijalani oleh seorang influencer. Diet yang justru diam-diam akan membahayakan tubuh mereka sendiri. If we don’t take care of our body, where will we live?


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
5Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment