Efesiensi Model Pembelajaran Project Based Learning, Antara Belajar dan Mengajar

Achmad Fauzi Bahauddin


PUCUKMERA.ID — Project Based Learning atau biasa disebut dengan pembelajaran yang berbasis kepada proyek merupakan suatu pendekatan dalam suatu pembelajaran. Pendekatan ini akan memberikan sebuah kesempatan bagi siswa untuk lebih mengeksplore pengetahuan yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Dalam model pembelajaran ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana penerapan ilmu yang telah didapatkan sebelumnya ke dalam praktik secara langsung. Model pembelajaran ini juga memberikan suatu kesempatan bagi siswa untuk melaksanakan sebuah problem solving dan juga investigasi mengenai kesalahan dan masalah yang timbul dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran Project Based Learning ini tidak hanya berfokus kepada hasil yang akan didaptkan siswa diakhir pembeajaran, tapi juga berfokus dengan proses siswa dalam pembelajaran tersebut. Selain itu, akan ada proses pemecahan masalah bagi siswa sehingga akan memicu siswa untuk semakin belajar mengenai proyek yang sedang dikerjakan saat ini.

Pengalaman pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning bisa saya dapatkan dalam pelaksanaan salah satu program kampus yakni Asistensi Mengajar. Program ini merupakan program yang dilaksanakan untuk membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan perguruan tinggi sesuai dengan perkembangan iptek. Pelaksanaan program ini merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kompetensi calon pendidik agar siap turun ke lapangan. Dengan mendapatkan bekal sebelumnya, maka saya bisa melaksanakan pembelajaran Project Based Learning di salah satu SMK di Kabupaten Malang. Pembeajaran ini saya laksanakan di jurusan Teknik Pemesinan.

Salah satu mata pelajaran yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning adalah Teknik Pemesinan Bubut. Mata pelajaran ini mempelajari mengenai penggunaan mesin bubut yang digunakan sebagai mesin untuk melakukan pemotongan benda kerja. Pembelajaran ini dilaksanakan pada siswa-siswi kelas XII untuk meningkatkan kompetensi mereka sebelum ujian kompetensi keahlian dilaksanakan. Pembelajaran ini dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dengan proyek yang sama untuk setiap siswa-siswi. Proyek yang diberikan kepada siswa-siswi adalah pembuatan sebuah benda kerja yang harus dibubut kompleks.

Proses pembelajaran yang dilakukan dimulai dengan pengenalan proyek yang akan dikerjakan oleh siswa-siswi. Pengenalan ini dilakukan agar setiap siswa-siswi bisa mengetahui apa dan bagaimana langkah kerja yang akan dilaksanakan dalam proses pembubutan ini. selanjutnya mereka akan diberikan benda kerja dan mereka akan mengerjakan proyek ini secara individu. Jadi proyek yang diberikan ini akan memberikan suatu pengalaman pembelajaran yang menuntut mereka untuk bisa melakukan proses penyelesaian masalah secara individu.

Proses pengerjaan proyek ini akan memberikan sebuah gambaran tentang siswa yang masuk ke dalam kelompok kelas atas (kelompok siswa dengan kemempuan paling bagus) dan siswa yang masuk kedalam kelompok bawah (kelompok siswa dengan kemampuan kurang). Dimana siswa kelompok atas akan lebih cepat mempelajari tentang kesulitan dan halangan-halangan yang mereka dapatkan selama proses pembelajaran. Selain itu mereka juga akan cepat untuk memberikan sebuah penyelesaian dari masalah yang mereka hadapai dalam proses pembelajaran yang dilakukan ini. Namun bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok kelas bawah terkadang akan menemukan sebuah hambatan dalam proses pembelajaran sehingga mereka akan memerluka suatu bantuan dari rekan atau guru yang sedang mendampingi saat itu.

Dalam proses ini siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi akan diminta temannya dengan kemampuan dibawahnya agar menjadi sebuah tutor dalam proses pengerjaan. Terkadang siswa akan lebih nyaman meminta bantuan teman sebayanya untuk mengajari mereka dibandingkan dengan bertanya langsung kepada guru. Meminta bantuan kepada teman ini sejatinya bukan sebuah masalah asalkan mereka tetap mengerjakan tugas yang diberikan secara individu bukan malah dikerjakan oleh orang yang dimintai tolong tadi. Selain itu meminta bantuan kepada teman juga tetap boleh dilakukan asalkan tidak menganggu teman yang sedang mengerjakan proyek mereka.

Pelaksanaan pembelajaran ini akan memberikan sebuah pengalaman menarik bagi siswa. Dimana selain mereka akan belajar tentang materi yang sedang diajarkan, mereka juga bisa langsung mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya. Selain itu proses pembelajaran ini juga akan memberi kesempatan langsung kepada siswa untuk menjadi seorang pengajar dalam kelompok kecil. Proses ini secara tidak langsuang akan memberikan siswa sebuah peningkatan kemampuan pada dirinya. Siswa akan tetap belajar dengan materi dan proyek yang didapatkan sebelumnya dan siswa juga bisa langsung me-review materi yang merkea kuasai untuk diajarkan kepada teman sebaya mereka. Selain itu siswa juga akan saling berbagi pengalaman dengan proyek yang sedang mereka kerjakan saat ini. Proses ini akan memberikan siswa sebuah pelajaran secara langsung tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar tidak terjadi sebuah kesalahan yang berulang. Hal ini akan meminimalkan kesalahan yang sama agar tidak terjadi pada siswa berikutnya. Pembagian pengalaman ini akan menjadikan siswa semakin bisa dan lancar untuk melaksanakan pengerjaan proyek sehingga nanti bisa didapatkan suatu hasil yang maksimal dan mereka juga tetap bisa dan paham dengan proses pengerjaan yang mereka lakukan ini.

Pelaksanaan pembelajaran ini juga akan memberikan siswa sebuah kemmapuan baru selain kemampuan dalam bidang yang sedang mereka kerjakan. Kemampuan itu ialah komunikasi yang sedang mereka lakukan. Siswa secara tidak langsung akan memulai sebuah komunikasi untuk memberikan sebuah penjelasan baik kepada teman sebayanya dan juga kepada guru yang akan menilai hasil dari proyek yang sedang mereka kerjakan. Hal ini akan menuntut siswa untuk bisa cepat dan tanggap dengan kemmapuan komunikasi mereka agar memberikan sebuah penjelasan yang sejelas-jelasnya sehingga lawan bicara mereka bisa mengetahui maksud dan tujuan dari apa yang sedang mereka jelaskan tersebut.

Setiap proses pembelajaran tersebut nantinya akan memberikan ilmu bagi siswa-siswi yang sedang belajar. Bagai sebuah pohon yang tumbuh tinggi, sebuah ilmu akan lebih baik apabila diamalkan. Bak kata pepatah arab yang menyebutkan “ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah” mengindikasikan bahwa pengamalan ilmu akan memberikan sebuah manfaat bagi banyak orang yang ada disekitar kita. Ilmu dan amal bisa diibaratkan dengan sebuah mata koin yang memiliki dua sisi dan tidak bisa dipisahkan. Pengamalan ilmu ini juga bisa dilakukan dalam banyak cara. Salahsatunya yakni memalui penerapan ilmu yang kita miliki dan pengajaran ilmu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Maka dari itu siswa yang memiliki ilmu dan mau mengajarkannya sejatinya sudah menjadi sebuah pohon yang berbuah bagi teman-teman disekitarnya. Mereka sudah menjadi sebuah tutor dan contoh baik untuk menerapkan serta memberikan ilmunya bagi mereka yang membutuhkan ilmu tersebut.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
7Suka3Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment