Cermin Besar

Veda Nurtita


PUCUKMERA.IDHari ini akhir pekan. Ayah mengajakku pergi ke sebuah pameran. Ini bukan hal asing bagiku. Setiap sebuah pameran diadakan, kami tak pernah lupa untuk datang.

Pukul 09.00. Kami tiba di Sangkring Art Project. Tempat ini cukup ramai oleh pengunjung. Mungkin karena ini pameran pertama di masa pandemi. Jadi, banyak orang yang sudah tidak sabar untuk menikmatinya.

Setelah mengantre sekitar 15 menit, kami mulai menikmati pameran bertajuk “Belantara Kaca ini”.

Tiba di sebuah ruangan. Aku melihat beberapa pengunjung hanya diam di depan cermin besar. Itu membuatku keheranan.

Di ruangan itu memang hanya terdapat lima buah cermin besar. Kelimanya diletakkan di tengah ruangan dengan posisi melingkar. Aku mencoba berdiri di depan salah satu cermin. Tidak kutemukan sesuatu yang aneh, yang kulihat hanyalah ukiran unik di pinggir cermin itu.

Lantas, apa yang membuat mereka terdiam?

Aku mencoba bertanya kepada ayah, tetapi ternyata laki-laki di sampingku itu juga ikut terdiam di depan salah satu cermin besar.

Aku semakin heran. Beribu pertanyaan muncul menghantui pikiran. Namun, yang bisa kulakukan hanyalah diam sembari menggenggam tangan kiri ayah.

Kembali kutatap cermin di hadapanku. Ada pantulan diriku dan ayah. Kulihat mata ayah berkaca-kaca. Takut terjadi sesuatu, kueratkan genggaman tanganku dan tangannya.

15 menit berlalu, akhirnya ayah menengok ke arahku. Dengan tatapan teduh, ayah mengajakku keluar dari ruangan itu.

Suasana sepi kembali menjadi ramai. Aku pun kembali bernapas lega karena tidak terjadi apa-apa. Namun, tetap saja rasa heranku tak kunjung hilang jua.

Pukul 11.00. Ayah terlihat sudah puas dan aku juga sudah merasa lelah. Kami pun memutuskan untuk pulang.

Di jalan, aku mencoba menghilangkan rasa heran.

“Yah, kenapa tadi ayah ikut terdiam?” Tanyaku padanya.

Ayah tersenyum dan berkata, “Cermin itu kembali mengingatkan ayah,”

“Mengingatkan ayah?”

“Ya, mengingatkan ayah untuk kembali berbenah.”


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
1Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment