Budi Pekerti: Dampak Panjang Perundungan

Didin Mujahidin

Redaktur Pucukmera.id


PUCUKMERA.ID — Bagaimana pun juga, keluarga adalah ihwal yang harus kita jaga. Tiap masalah yang menimpa salah satu anggota keluarga akan berdampak pada keseluruhan kehidupan keluarga. Sering kali kita menyebutnya ‘masalah keluarga’.

Melalui film Budi Pekerti, kita disuguhkan realitas kehidupan sebuah keluarga yang sedang berjuang untuk keluar dari sebuah masalah. Sebenarnya, akar permasalahannya tidak teramat berat, namun semua menjadi semakin rumit semenjak beredarnya video yang menyangkut permasalahan tersebut di sosial media.

Ibu Prani, sosok seorang ibu dan juga guru BK menjadi viral pasca beredarnya video yang menampilkan dirinya sedang cekcok dengan pembeli lain saat membeli putu Mbok Rahayu. Viralnya hal tersebut disebabkan salah pengartian dari ucapan yang dilontarkan Bu Prani saat berselisih. Kata Ah Suwi dan Asu i dalam Bahasa Jawa memiliki ejaan yang hampir mirip, namun maknanya jelas jauh berbeda. Ini adalah tragedi bahasa yang membawa malapetaka bagi keluarga Bu Prani.

Jika bola sudah bergulir di sosial media, maka siapa saja dapat menggiringnya. Netizen begitu cepat merespon kejadian tersebut berbekal melihat video 20 detik saja, tanpa melihat lebih jauh latar belakang permasalahan yang muncul dari kejadian tersebut. Berbagai komentar negatif, meme, parodi dan video remix dengan cepat beredar untuk menyudutkan Bu Prani sebagai pelaku yang bersalah.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga Bu Prani berjalan tidak baik-baik saja. Profesinya sebagai guru mengalami banyak gangguan, kedua anaknya juga menerima imbasnya dengan berbagai perundungan. Parahnya, suami Bu Prani sedang menderita bipolar yang rentan merespon sesuatu secara berlebihan.

Kedua anak Bu Prani, Muklas dan Tita tidak tinggal diam melihat permasalahan yang menimpa ibunya. Sebagai seorang content creator, Muklas memberi banyak saran pada ibunya ketika awal video tersebut muncul. Begitu pula dengan Tita anak sulungnya, sebagai musisi band indie ia memberi saran yang sesuai dengan prinsip idealismenya ‘kebenaran harus disuarakan’.

Alih-alih permasalahannya mereda, setelah Bu Prani mengunggah video klarifikasinya sesuai saran anak sulungnya, permasalahan menjadi semakin pelik. Netizen semakin menjadi semenjak munculnya video klarifikasi tandingan dari pembeli putu yang lain. Selain itu, ada juga media yang meliput dan membuat ulasan terkait dampak dari keributan yang terjadi di Putu Mbok Rahayu.

Kekuatan narasi dari netizen tak bisa dibendung oleh satu keluarga saja. Muklas mencoba menggerakkan para pendukung ibunya, berbagai macam video dan narasi dukungan pada Bu Prani muncul di sosial media. Sialnya, video atau narasi tersebut kembali dipelintir oleh media.

Pada era pasca-kebenaran (post-truth) memang sulit membedakan mana yang benar dan salah. Kebenaran hanya dikalkulasi dari jumlah orang yang memvalidasi hal tersebut.

Dampak dari berbagai polemik tersebut semakin memperparah kondisi keluarga Bu Prani. Karir Bu Prani sebagai seorang guru di sekolah terancam, begitu pula dengan karir kedua anaknya.

Iki sasi paling abot e awakdewe Ma, tapi gawe wong liyo, iki mek sak notifikasi.” Perkataan Muklas pada ibunya mewakili polemik perundungan yang kerap terjadi di media sosial. Ada masalah dan dampak besar yang tak pernah dirasakan oleh netizen di balik viralnya kejadian yang menimpa seseorang.

Polemik di media sosial memang tak akan pernah usai jika tertuduh tidak segera membuat video permintaan maaf maupun klarifikasi yang menyangkut kontroversi. Meski posisinya sudah amat tedesak, Bu Prani tidak memilih membuat video permintaan maaf, sebab ia sangat yakin bahwa tidak pernah salah dalam bertindak.

Pengakuan benar dan salah bukan semata di mata netizen, ada kehormatan yang harus kita jaga. Semakin kita mengikuti kemauan netizen, semakin pula kita mengamini asumsi yang yang begulir.

Di dunia sosial media, selalu ada saja upaya mengungkit atau mengulik kehidupan pribadi orang yang bersangkutan dengan permasalahan. Bahkan, tak jarang masalah tersebut malah melebar dan akan mengorbankan orang lain yang sebenarnya tidak bersangkutan. Terkadang, memang hanya waktu yang bisa menyelesaikan bola liar permasalahan yang ada. Entah itu esok atau kapan saja dan tak dapat kita pastikan.

Bu Prani, adalah refleksi bagi kita semua. Kebenaran harus terus ditegakkan dan prinsip hidup harus terus dipegang. Bahkan ia tak segan dalam bertaruh, meski banyak yang harus dikorbankan. Jika menyangkut keluarga, semua akan diupayakan. Tak ada yang lebih penting dari keselamatan dan keutuhan keluarga.

Titik terberat dari masalah keluarga Bu Prani dapat dilewati dengan adanya peran semua anggota keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki peran, pemikiran, dan caranya masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan. Ada keluarga yang terus saling mendukung dan meyakinkan, itulah bekal untuk menjadi sekuat itu.

Dari film Budi Pekerti, kita diajak lebih jauh untuk melihat makna dari kata #SalingJaga. Tingkah laku kita di mana pun memiliki dampak yang besar pada sekeliling kita. Dunia maya, dunia nyata adalah dua hal yang tampak berbeda namun memiliki subjek yang sama yaitu manusia. Sudah semestinya, rasa hormat dan saling menghargai kita hadirkan pada sesama.

Film ini menyadarkan kita semua agar tak mudah menghakimi seseorang tanpa berpikir kritis dan menyeluruh melihat permasalahan yang ada. Kita juga diajarkan untuk memiliki rasa berbelas kasih dan tidak mementingkan diri sendiri. Dari Budi Pekerti, dunia bisa dicari tapi prinsip dan hidup tak boleh dihindari.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
2Suka9Banget
Show CommentsClose Comments

1 Comment

  • VAF shortener
    Posted January 21, 2024 at 1:05 am 0Likes

    Hai! Saya suka dengan situs web Anda, gayanya keren dan saya benar-benar menyukai informasinya. Terima kasih banyak untuk usaha keras Anda! Mari kita berbincang segera. Selain itu, pernahkah Anda mempertimbangkan untuk memperpendek tautan dan menambahkan elemen kreatif tambahan? Coba v.af! Di sana, Anda dapat membuat kode QR dan membuat halaman bio seperti Linktree. Sangat praktis. Lihat dan mari kita pertahankan segalanya dengan sederhana!

Leave a comment