Saya bukan Wisanggeni

“Tapi aku juga bukan Wisanggeni, Boy. Yang akhirnya bisa menerima takdir harus lenyap dari kehidupan perwayangan. Aku bukan Wisanggeni yang tegar dan pasrah akan takdir yang diberikan. Bahwa kehadirannya memang ada untuk dimusnahkan. Aku tidak sebijak dan sehebat Wisanggeni, Boy”