Alam dan segala keteraturannya telah membuktikan, bahwa satu saja elemen di alam yang terusik keseimbangannya, maka hukum kausalitas tak dapat dihindari.
Saya menyebutnya sebagai buku harian pertama yang tak pernah usang. Karakter, rahasia, begitu juga sederet cerita saya terlukis jelas nan lekat di sana. Di sebuah bangunan tua berubin kuning, terletak di tepian pesisir pantai Utara, yang kemudian saya sebut ‘rumah’.
Kehangatan dan harmonisasi keluarga serta bangunan spiritualitas yang melekat menjadi motivasi utamanya untuk bangkit, dan melambung tinggi setelah terjerembab.
Holy Ichda WahyuniMahasiswa Biologi Universitas Airlangga Apakah engkau pernah melihat belati yang sumbang. Seharusnya tidak pernah bukan. Sebab, belati bukanlah alat musik, melainkan senjata tajam. Maka, seharusnya tak ada belati sumbang. Namun, bagiku belati itu terdengar sumbang. Melengking kadang-kadang. Belati itu berwujud lidah, lidah yang dibiarkan liar tanpa perasaan. Namaku Nara, dan aku sering menjadi korban perisakan. Saat aku menuliskan cerita ini,…
Holy Ichda WahyuniMahasiswa Biologi Universitas Airlangga Hubungan manusia dengan alam yang cenderung mengedepankan orientasi ekonomi dan mengesampingkan sisi ekologi membuat kegiatan eksploitasi selalu mengalami tren kenaikan. Kebiasaan ini menjadi ancaman tersendiri bagi semesta. Menjadi mimpi buruk yang tak kunjung usai bagi bumi yang mulai renta. Hal ini diperparah dengan munculnya anggapan konyol: kerusakan alam adalah harga yang wajar dari sebuah pembangunan. Fakta…
