Apa Pentingnya Ilmu Hadis?

Nabila Shema Shabriyah


PUCUKMERA.ID — Saat ini banyak orang yang menggunakan hadis tanpa mengetahui hadis tersebut dapat digunakan sebagai hujjah atau tidak. Terkadang, ada orang yang tidak dapat membedakan mana hadis dan mana yang hanya ucapan dari ulama ‘Arab. Pada berbagai platform media sosial pun banyak sekali kita temui orang yang minim pengetahuan agama tetapi sudah menulis dan berargumen tentang hadis yang belum tentu sahih sumbernya. Jika unggahan atau tulisan tersebut muncul di beranda seseorang dan orang tersebut tidak mudah untuk memfilter apa yang dituliskan oleh penulis tersebut, pembaca posting-an dan tulisan dapat langsung percaya akan hal itu.

Di sinilah letak berfungsinya ilmu hadis. Hadis berarti segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perbuatan, perkataan, dan ketetapan. Hadis sendiri merupakan rujukan kedua umat Islam setelah al-Qur’an karena bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Semakin berkembangnya zaman, otomatis ilmu pengetahuan juga akan berkembang. Ilmu hadis pun mengalami perkembangan di dalamnya. Di dalam ilmu hadis terdapat beberapa cabang, di antaranya: cabang ilmu hadis yang pembahasannya bertumpu pada sanad dan rawi (ilmu rijal al-hadis, ilmu tharikh rijal al-hadis, ilmu jarh wa at-ta’dil) dan cabang ilmu hadis yang pembahasannya bertumpu pada matan (ilmu gharib al-hadis, ilmu asbab al-wurud).

Hadis sendiri dibagi menjadi beberapa klasifikasi, ada yang disebut hadis sahih, hadis hasan, dan hadis daif. Hadis daif inilah yang dimaksud dengan hadis palsu. Kata daif sendiri merupakan lawan dari kata qowiy yang berarti kuat. Agar gampang dipahami, pada dasarnya hadis daif merupakan hadis yang sebenarnya tidak dapat dijadikan dalil atau pegangan dalam berdakwah. Hadis daif tidak dapat dijadikan dalil karena sanad terputus, perawinya tidak dhabit, perawinya tidak adil, dan karena cacat yang tersembunyi.

Kebanyakan orang yang minim ilmu agama dan berusaha untuk menulis argumen mengenai hadis di media sosial, menggunakan alibi untuk berijtihad. Mereka berdakwah tetapi salah dalam menyampaikan hukumnya, perkataannya, bahkan salah hadis jua. Tidak sedikit hadis yang digunakan sebagai hujjah/pedoman tetapi setelah diteliti lebih lanjut, hadis tersebut adalah hadis daif yang seharusnya tidak dapat digunakan sebagai hujjah.

Hal tersebut membuat masyarakat awam yang lebih tidak tahu tentang agama, yang ingin mencari tahu soal agama menjadi salah. Masyarakat awam yang tidak terlalu tahu pasti langsung menyimpulkan bahwa yang dikatakan seseorang tadi ialah benar. Sehingga rata-rata masyarakat awam tersebut menggunakan atau mengamalkan hal tersebut.

Apa Pentingnya Ilmu Hadis untuk Menanggapi Hal tersebut?

Sebagai pelajar, walaupun tahu mengenai agama, mengenai hukum Islam, bahkan kajian tentang hadis, ketika menemui seseorang yang berbicara mengenai hadis tetapi pengetahuan tentang agamanya minim, tidak baik jika kita melarang orang itu untuk berdakwah. Kita sebagai masyarakat, sebagai pendengar, sebagai pencari ilmu agar lebih selektif dalam memilih beberapa kajian tentang agama, karena hal tersebut bersifat sangat sensitif. Ketika kita salah memilih dan tidak dapat selektif maka, sebagai pendengar, akan menyulitkan kita untuk belajar dan bagaimana memahami ilmu-ilmu agama.

Ketika mendapati seorang yang berbicara mengenai agama dan mengeluarkan sebuah hadis, jika orang itu kita kenal, alangkah baiknya sebagai pemuda generasi Z yang cerdas dapat memberitahu terhadap orang tersebut agar tidak mudah untuk mengeluarkan sebuah hadis.

Lebih baik menyarankan agar mengidentifikasi atau meneliti bagaimana latar belakang hadis tersebut, bagaimana perawinya, bagaimana matannya, bagaimana sanad hadis tersebut, apakah sambung terhadap Rasulullah atau tidak. Pada generasi sekarang memanglah harus selektif dalam mendengar, maupun membaca sebuah informasi.

Sosial media merupakan senjata tak terlihat pada masa ini, banyak orang juga yang sangat-sangat minim agama berbicara di berbagai platform media sosial. Banyak orang ataupun akun di media sosial yang memang sengaja memberi hadis palsu sebagai hujjah/pedoman agar menyesatkan banyak umat muslim. Di sini, sebagai generasi cerdas zaman sekarang harus lebih selektif dan memilah-memilah mana yang bisa kita amalkan dan pelajari, agar tidak terjebak di hukum yang salah dan ilmu agama yang salah.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

What's your reaction?
0Suka0Banget
Show CommentsClose Comments

Leave a comment