Tanah Air Satu-satu

Share

Dian Rijal Asyrof
Penulis Buku Antologi Puisi “Kepada Tawa”


Mendengar kumpulan janji
sibuk membahas pembangunan.
Kelimpahan hancur sekejap
dihisap lidah kebijakan.

Bertanah air satu,
tanah terjual,
air disedot habis,
dan duka dirundung
runding stabilitas ekonomi.

Sebuah ikrar dibuang ke tong sampah,
tiada tersampaikan titipan suara
dalam selembar kertas yang ditumpuk sia-sia.

Tak selamanya diam adalah emas,
ia bisa jadi penghianatan
ketika darah berkucur di dahi
dan rudal kian memburu.

Brebes, 2020.


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

Tinggalkan Balasan