Selamat Pagi Cinta Ilusi

Share

Khairunnisa Zulfa Alifah
Penikmat Sastra


Sejenak aku mengingat, malapetaka yang mengenaiku beberapa tahun silam, hingga hampir ku sekarat.
Seorang lelaki mengajakku bergelut dengan perjanjian yang tak pernah ku bilang sepakat.
Siang itu, di Jalan Pramuka aku melihatnya lamat-lamat, semakin dekat, semakin tak kuasa nafsuku ingin menghujat.

Bola matamu sungguh menawan,
Wajahmu amat rupawan,
Alismu tertata, sistematis, sangat manis.
Sial. Begitu mudahnya aku tergoda.
Hari itu pula, banyak kenangan jatuh bersama riuhnya badai menggelegar. Basah sudah, diguyur hujan, disiram air mata kesendirian.

“Apa aku bisa benar-benar menemuimu kembali?”
“Bagaimana jika kata orang tentang menjaga jodoh orang itu benar?”
“Apa kau akan setia menunggu? Apapun yang terjadi aku akan tetap bersemanyam di hatimu!”
“Hatiku, selalu mampu menantimu. Hatimu, siapa yang tahu?”

Sajakku melayang di atas awan menggantung,
Kebisingan rinduku meronta-ronta ketika ragamu tak jua ada di sampingku menjaga.
Berkali-kali aku menyapa hati yang menyimpan rasa tuk berjumpa.
Membuatku kian gundah gulana, dengannya Sang Pujangga Cinta.

Hujan menyuratkan cinta yang makin romantis, makin ironis.
Aku terhempas bersama hembusan angin yang mengiris-iris.
Tak ada kabar, tak kunjung sabar. Diam-diam kau berganti pacar.
Sial. Aku, hatiku remuk tercecar!

Bagaimana bisa, seorang yang diprioritaskan bisa jadi apatis dan melupakan,
Bagaimana bisa, Ia sekejap membuang suka dengan membuka luka yang kian menganga,
Bagaimana bisa, impian “sah” qolbitu, sirna sudah bersama balang berlayar di sepanjang senja oren menyala?

Hati ini bukan mainan,
Rawan terhadap curian,
Sebab, ada ruang yang tak pernah alpa,
Abadi yang disebut cinta.

Dengan tatapan yakin, kau menggenggam semesta keraguan,

“Iya, Aku bersamamu.”
“Menggenggam tanganmu.”
“Mencubit pipimu.”
“Mengirim pesan rinduku.”
Benar padaku? (tanyaku)
“Bukan, untuk kekasihku.” (katamu tanpa tahu malu)

Sebagaimana wanita, Aku terdiam.
Sebagai wanita, Aku paham.
Bahwa ini saatku terpejam,
Dalam sepinya malam.
Sambil sesekali mencoba melepas rasa, yang sama sekali tak bisa kugenggam.


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id

Tinggalkan Balasan