Nyanyian Masa Depan

Share

Dian Rijal Asyrof
Penulis Buku Antologi Puisi “Kepada Tawa”


Cita-cita tercebur di comberan masa depan,
hancur bagai tembok bekas peperangan:
saling berebut kuasa
abai nyawa manusia.

Betapa mengerikan dunia menjadi roda besi,
rumus-rumusnya matang terpanggang di tungku tirani;
berani mematok harga tinggi
tak peduli kami orang bisa beli.

O, zaman urak-urakan!
apakah sejatinya tujuan kehidupan ini?
Pepatah-pepatah bilang:
ingin hati memeluk gunung
tapi apa daya tangan tak sampai.
Sedang ada tangan mengeruk gunung
sampai tersisa bongkah batu sebesar bayi,
menangis karena berada di alam baru!

Dan apabila tabiat kalut
apakah lentera kan redup?
Jiwaku buta arah,
kalap wangi hasrat raya dunia.
Laju pagelaran kehilangan daya,
bergeming dalam komoditas pasar.

Irama kacau saat sajak ini tertulis
kutitipkan pada hari esok;
menuju ketiadaan paripurna.

Brebes, 2020.


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

Tinggalkan Balasan