Lucu yang Kritis dan Kritik yang Humoris

Share

Harish Ishlah
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UB


Kekuasaan yang tidak boleh ditertawakan berarti tandanya adalah lampu merah – Najwa Shihab

Seorang manusia yang memiliki kekuasaan atau istilahnya pemimpin, tentunya harus menjadi orang yang betah gojlok. Dalam bahasa Jawanya, kata ini biasa diartikan sebagai kebal akan kritik dan sarkasme. Kebal disini diartikan sebagai orang yang tidak mudah tersinggung atau tidak baperan.

Namun, bukan berarti kebal itu lantas ditafsirkan sudah menutup hati dan diri dari kritik orang lain. Seperti kutipan Najwa Shihab diatas menyoal tentang kekuatan komedi dalam menghadirkan kritik bagi persoalan sosial dan politik di Indonesia. Mengkritik melalui komedi merupakan cara yang cukup ampuh untuk menyampaikan pesan perlawanan. Bahkan, efeknya bisa menjangkau hingga pada kalangan yang belum melek politik sekalipun. Misalnya, kalangan pelajar dan rakyat biasa.

Sigmund Freud, sang tokoh ilmu psikologi mengatakan bahwa komedi yang menghadirkan satir, sarkas, dan ironi. Hal ini dianggap bisa menjembatani sebuah kebenaran yang sulit diterima oleh banyak orang ketika hanya disampaikan dengan cara yang biasa. Maka dari itu, komedi bisa menjadi salah satu instrumen kritik yang penting pada saat ini.

Sebab, kritik yang humoris mampu menyebar dengan cepat di media sosial. Belum lagi, para pemimpin di Indonesia cenderung lebih mendengar kritik berupa sebuah meme dan sudah disebarkan oleh banyak orang.

Namun, para pengkritik baik itu dari kalangan oposisi atau hanya sekedar komedian juga terus dibayang-bayangi dengan jeratan UU ITE yang sangat karet. Sehingga, siapa saja yang dinilai menodai nama orang-orang atau lembaga yang memiliki otoritas tinggi, punya potensi untuk menangkap.

Bahkan, sebenarnya sebelum ada produk hukum UU ITE pun juga banyak komedian yang sudah bergulat dengan jeratan dari pemerintah. Sebab, beberapa lawakannya dianggap sebagai kritik yang memanggang emosi pemerintah.

Para komedian legenda seperti Warkop DKI juga pernah berurusan dengan pemerintah. Kala itu dimasa pemerintahan orde baru, terjadi penundaan sementara film Maju Kena Mundur Kena karena bersamaan dengan tayangnya film propaganda pengkhianatan G-30S/PKI. Ada juga komedian legenda lain, si Jojon, yang pernah menghadirkan lawakan sarkas “bapaknya monyet” kepada Presiden Soeharto, pada mata uang yang bergambar Soeharto sendiri.

Belakangan ini, komedian menghadirkan kritik di media sosialnya terkait dengan penyiraman air keras Novel Baswedan. Misalnya saja, kritikan dilontarkan oleh seorang komika, Bintang Emon, yang berujung pada penyerangan secara cyber oleh para buzzer pendukung pemerintah. Harus diakui, ada resiko tersendiri terkait karir sebagai komedian jika harus turun tangan dalam menghadirkan kritik kepada Negara. Namun, hal tersebut sepadan dengan dukungan dari masyarakat yang tersadarkan dengan kritik tersebut.

Jika ditelisik dari paradigma konsep Good Governance, maka Indonesia akan mempunyai kualitas rakyat dengan kesadaran politik yang terus meningkat secara perlahan. Namun hal ini terjadi jika negara memasukkan elemen kerakyatan yang lebih banyak pada setiap keputusan dan kebijakannya. Hal ini pun akan berlanjut pada meningkatnya partisipasi publik dalam pengelolaan sebuah Negara.

Maka dapat disimpulkan bahwa kritik melalui komedi bukan merupakan hal baru. Namun hal ini sangat efektif untuk dilakukan sebagai alternatif dari gerakan mengepal tangan. Alih-alih harus turun ke jalan, kritik yang humoris justru menghadirkan sedikit gelitik untuk menghibur dan tertawa.

Kritik yang bernuansa kelucuan harus dipelihara dan dilestarikan. Sebab, hal ini diperlukan untuk menghadirkan suasana berbangsa dan bernegara yang sejuk sehingga dapat ditertawakan oleh semua kalangan.


Pucukmera.id – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangunkk budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

Tinggalkan Balasan