ADA APA DENGAN NETIZEN INDONESIA?

Share

Nur Fahmi Nur


Saya terkadang bingung dan tidak bisa berkata ketika melihat kelakuan masyarakat Indonesia terutama di media sosial. Bagi saya netizen Indonesia terlalu berbahaya dan brutal, atau bahasa gaulnya barbar. Mengomentari sebuah postingan di akun media sosial adalah sebuah hal lumrah yang dilakukan, tujuan dari media sosial sendiri membangun kehidupan sosial baru dari balik layar. Tapi akhir-akhir ini saya merasa netizen indonesia sangat melewati batas wajar dan menakutkan.

Contoh pertama yang ingin saya angkat adalah kasus Adhisty Zara, seorang talenta muda jebolan JKT48 dengan paras cantik dan piawai beradu akting. Bagi para pecinta drama percintaan remaja pasti kenal dengan beliau. Tapi baru ini beliau terkena kasus yang cukup membuat banyak netizen geram dan kecewa. Yaitu “tindakannya” yang diposting pada akun instagram, tidak perlu saya jelaskan postingan apa itu, silahkan anda sekalian mencarinya sendiri.

Kasus tersebut sangat viral di jagat maya, hingga membuat nama Zara bertahan lama di trending Twitter. Tapi yang membuat saya kesal dan sedikit emosi adalah tindakan netizen yang super ngawur, yaitu menyerang lingkaran Zara. Sempat trending di Twitter sebuah perusahaan besar yaitu “Uniqlo”. Saya kira lagi ada diskonan atau apa gitu hingga membuat brand ini trending, karena saya tidak tertarik maka skip saja.

Tapi beberapa jam kemudian, karena penasaran saya membuka trending di Twitter dan #zarajkt48 masih saja menjadi trending nomer 1, bahkan sudah sampai menyentuh 19 ribu cuitan dan “Uniqlo” sudah tidak trending lagi. Karena ingin melihat emosinya netizen saya kunjungi trending tersebut, sampai pada salah satu cuitan yang membuat kaget. Pada cuitan itu menyatakan bahwa seluruh iklan yang diperankan oleh Zara diserang oleh netizen. Buntutnya ditutup kolom komentar pada akun media sosial perusahaan tersebut bahkan ada yang menghapus beberapa postingan yang menampilkan wajah beliau, sebutlah Uniqlo, Biore dan Chocolatos.

Karena tidak percaya, coba saya buka Instagram Uniqlo. Pertama masuk, lihat Instagram perusahaan tersebut tampak baik saja, hingga tepat pada postingan yang menampilkan Zara, ternyata benar kolom komentar ditiadakan. Sudah pasti karena kasus itu, tidak mungkin admin salah pencet karena seluruh postingan masih bisa masih ada ruang komentar.

Kedua pada Biore. Rasa penasaran yang kuat membuat saya menonton dulu iklan Biore yang menpilkan Zara di Youtube. Ternyata memang cantik beliau. Kembali ke topik, setelah tuntas menonton iklan tersebut saya menuju laman Instagram Biore. Tidak butuh waktu lama untuk memecah rasa penasaran, pada postingan pertama langsung disungguhkan banyaknya komentar, bahkan tembus 827 komentar tepat ketika saya menulis tulisan ini (tertanda Jum’at, 21 Agustus 2020, 06:18).

Membaca isi komentar tersebut membuat saya begitu heran bercampur kesal. Bagaimana tidak, komentar yang dilontarkan begitu tidak masuk akal. Saya ambil beberapa contoh yaa, “Besok make Biore ahh biar bisa ngegrepe *emot api dan nangis*”. lalu “mohon maaf min mengganggu waktunya, itu BA nya ada skandal tuh min. Pecat aja”. Dan yang paling parah adalah komentar ini “#Zaraout”. Gak masuk akal aja sih. Ini baru 3 komentar yang saya ambil, masih ada komentar 824 komentar lainnya yang begitu menyerang dan barbar. Info yang beredar kalau pihak Biore menghapus postingan foto beliau, kalau ini tidak bisa saya buktikan benar apa tidak, tapi setelah mencari foto beliau memang tidak ada.

Ketiga adalah Chocolatos, untuk memperkuat investigasi, saya tonton dulu iklannya di Youtube. Sekali lagi, memang beliau cantik banget!. Setelah tuntas menonton iklan, saya menuju laman Instagram Chocolatos. Ternyata benar, dua postingan awal Chocolatos kolom komentarnya ditiadakan. Kala itu saya masih berfikir positif, mungkin admin Chocolatos salah pencet. Hingga pada postingan ketiga, keempat dan kelima terdapat beberapa komentar tentang kasus beliau. Saya ambil salah satu contoh komentar yaa, begini komentarnya “Hahahaha @chocolatos.id tar next konsep iklannya jangan lupa ya pake kalimat “kurang kenceng sayang”. Mungkin saja postingan pertama dan kedua kolom komentar ditiadakan karena terlalu banyak komentar ngawur dan tidak penting.

Oke kalian mau marah, mencaci, menghina, menasehati, mengingatkan, menghujat, merendahkan dan memberi beliau sanksi sosial. Tapi tidak untuk lingkaran beliau, apalagi lingkaran yang sangat jauh, seperti tempat kerja. Masih untung kalau kerugian yang didapatkan hanya banyak notifikasi komentar, kalau sampai dengan penjualan produk tersebut menurun karena kelakuan barbar kalian gimana? Anda sekalian tidak hanya memberi sanksi sosial kepada Zara saja, tapi juga pada perusahaan tempat dia kerja, dan terlebih lagi kepada para pekerja perusahaan tersebut yang tidak tahu apapun. “alah gak mungkin itu Mas”. Heiii!! Apa saja mungkin terjadi, apalagi di mana komentar netizen menjadi salah satu pilihan dalam bertindak.

Buat apa juga sih Anda sekalian komentar di tempatnya kerja, tidak mungkin perusahaan tersebut yang mengatur semua itu supaya viral dan pembelian naik. Kalau benaran iya, tidak bisa dibayangkan negosiasinya bagaimana.

Perusahaan A : Zara, Perusahaan minta bantuan. tolong buat video yang bisa viral dong, untuk naikin penjualan
Zara : oh siap. Kira-kira video gimana yaa?
Perusahaan A :bagaimana kalau gini gini, dan gitu gitu?
Zara :oh begitu yaa
Perusahaan A : bagaimana? Bisa?
Zara : Oke bisa
Dan virallah video tersebut. Nggak mungkin gitu !!

Saya mah bodoh amat dengan kasus Zara ini, mau dia grepe kah, atau apapun tindakannya. Tapi beliau harus tahu bahwa beliau adalah artis yang punya banyak pengikut. “berarti artis harus selalu benar gitu po mas? Haah!!”. Bukan harus selalu benar dan tidak boleh salah, ada ungkapan “manusia adalah tempat luput dan dosa” kok, mana mungkin gak salah.

Langkahnya harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Karena pengaruhnya merembet ke mana-mana, contohnya kasus Zara beserta tempat kerja yaitu Chocolatos, Biore dan Uniqlo. Selain itu karena beliau punya banyak pengikut, bahkan terakhir sekitar 1.7 JT masyarakat yang mengikuti. Lebih banyak daripada jumlah penduduk kota Bogor yaitu sebesar 1.048.610 jiwa yang teregistrasi oleh BPS kota bogor. Kemungkinan besar tindakannya akan diikuti oleh pengikut. Tidak jarang seseorang mengikuti apa yang dilakukan oleh tokoh idola. 


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangun budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id

Tinggalkan Balasan