18 November: Pendidikan dan Komitmen Berbuat

Share

Ahmad Fuady


Ada perbedaan pendapat soal tahun kelahirannya. Pada tanggal 18 November 1912, usianya sekitar 43-44 tahun, beliau bersama murid-muridnya menghadirkan organisasi dengan corak kemajuan yang diberi nama Muhammadiyah.

Muhammadiyah berdiri dari kesadaran bahwa Islam dan umatnya harus dapat bersaing dalam kehidupan untuk mewujudkan keunggulan dan kemajuan. Islam kompatibel dengan kemajuan.

Sangat beralasan jika banyak pihak menjuluki beliau sebagai sosok pembaharu Islam yang unik. Beliau tidak seperti pembaharu Islam lain yang mewariskan karya dalam bentuk tulisan atau gagasan. Beliau mewariskan amal usaha sebagai model pembaharuan.  Amal usaha beliau menjadi praktik nyata dari gagasan dan pemahaman yang diyakini.

Meski tidak terang-terangan, usaha-usaha pembaharuan beliau begitu nyata. Salah satunya lewat pendirian sekolah, salah satu perlawanan halus terhadap kolonialisme. Sebagaimana tesis para cendekiawan, bahwa gerakan pembaharuan di dunia Islam terjadi pada awal abad ke-20. Tidak lepas dari perlawanan terhadap kolonialisme.

Menurut Mitsuo Nakamura, perlawanan halus dengan pendirian sekolah-sekolah ini, berhasil memproduksi pemuda-pemudi terpelajar, berjiwa nasionalis, memiliki keyakinan agama, terlatih berorganisaai, dan adaltif dengan perkembangan ekonomi.

Pemuda-pemudi ini di akhir tahun 30-an mampu menggelorakan nasionalisme radikal dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Pendidikan tampak berdimensi ganda dan tidak terpisahkan: umat dan bangsa. Pendidikan yang digagas Kiai Ahmad Dahlan memajukan individu-individu umat dan selanjutnya menjadi bagian dari gerakan anak bangsa menuntut kemerdekaan. Kemajuan umat adalah kemajuan bangsa.

Peristiwa pernikahan adalah peristiwa sakral yang dijadikan tanda oleh individu sebagai etape tahapan kehidupan. Namun, pernikahan Bung Hatta di usianya 43 tahun, lebih dari sebuah peristiwa individu. Pasalnya, Bung Hatta berjanji setia untuk tidak menikah sebelum Indonesia memperoleh status merdeka.

Tiga bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya 18 November 1945, pernikahan berlangsung di Megamendung antara Bung Hatta dengan Rahmi Rachim. Kedua pasangan ini berbeda usia 24 tahun. Pernikahan dengan Mas Kawin buku Alam Pikiran Yunani yang ditulis Bung Hatta selama di pengasingan sebagai buku diktat untuk diajarkan ke pemuda-pemuda di tanah pengasingan.

Konon, pemilihan tanggal 18 November untuk memperingati Janji November untuk memberikan Hindia Belanda hak untuk mengelola nasib sendiri yang disampaikan oleh Gubernur Jenderal van Stirrum. Janji yang tidak tertepati.

Bung Hatta hendak menyindir halus: Aku pemuda dari tanah jajahan berani berjanji dan bersumpah setia untuk menikahi seorang gadis. Membahagiakannya sampai ajal menjelang.

Lebih dari dua dekade usia Bung Hatta untuk memperjuangankan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan kemerdekaan yang digagas oleh Bung Hatta berada di atas kredo: Politik di tanah jajahan adalah mendidik. Pendidikan adalah tema perjuangan politik Bung Hatta lewat Partai Pendidikan Nasional Indonesia.

Pendidikan adalah penyadaran. Penyadaran adalah kunci untuk memunculkan sikap mandiri dan berdaulat (self-help). Pendidikan, penyadaran, dan berkedaulatan digagas untuk memberikan pengertian tentang hak, keadilan, dan tanggung jawab moril setiap manusia. Dengan demikian, akan tumbuh individu-individu yang sadar akan tugas dan keberadaan eksistensinya di tanah jajahan.

Kualitas individu, menjadi pokok utama dalam gagasan politik pendidikan Hatta. Upaya politik pendidikan yang digagas oleh Hatta, tentu tidak lepas dari ktitik. Terutama proses pendidikan itu membutuhkan waktu lama dan tidak banyak secara kuantitas.

Dua peristiwa yang telah lewat, bertanggal 18 November, barangkali adalah sebuah pengingat, bahwa pendidikan adalah medium perubahan. Tentu pendidikan bukanlah sebuah upaya instan berjangka pendek. Berharap pendidikan akan memberikan hasil instan, tentu salah.

Tentu karena pendidikan adalah proses panjang, perlu ketahanan ide melebihi jatah usia manusia. Jawaban dari kontinuitas ide adalah organisasi. Organisasi adalah mata rantai estafet untuk memanjangkan usia gagasan melebihi usia penggagasnya. Organisasi adalah tempat menyemai gagasan. Lebih penting lagi menjadikan gagasan berwujud nyata. Kunci untuk mewujudkan adalah komitmen dan berjanji setia untuk berbuat.


Pucukmera.ID – Sebagai media anak-anak muda belajar, berkreasi, dan membangunkk budaya literasi yang lebih kredibel, tentu Pucukmera tidak bisa bekerja sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami merasa perlu mengundang tuan dan puan serta sahabat sekalian dalam rangka men-support wadah anak muda ini.

Tuan dan puan serta sahabat sekalian dapat men-support kami melalui donasi yang bisa disalurkan ke rekening BNI 577319622 a.n Chusnus Tsuroyya. Untuk konfirmasi hubungi 085736060995 atau email sales@pucukmera.id.

Tinggalkan Balasan